Tampilkan postingan dengan label Pos Kupang Cup 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pos Kupang Cup 2008. Tampilkan semua postingan

Play-off Empat Jatah

16 September 2008 | Label: | 0 komentar |


PELAKSANAAN turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008 masih jauh dari sempurna. Namun, setiap kali digelar, panitia selalu berusaha untuk membuatnya menjadi lebih baik. Dan, untuk peningkatan kualitas peserta, untuk tahun depan kemungkinan akan ada empat jatah klub yang direbut melalui babak play-off. Demikian dikatakan panitia pelaksana dari Mitra Sportindo Event Organizer, Marthin Bokilia, saat penutupan di Stadion Oepoi-Kupang, Sabtu (13/9/2008).

Marthin Bokilia mengatakan, secara umum kualitas klub peserta sudah meningkat dalam setiap penyelenggaraan. Namun, agar lebih kompetitif dan mengakomodir keinginan klub lain yang ingin berpartisipasi, tahun depan direncanakan akan ada empat jatah yang direbut lewat play-off.

"Tim babak perempatfinal otomatis lolos, empat klub lainnya mungkin akan diberikan kepada klub dari luar Kota Kupang. Untuk empat tim lainnya, panitia berencana melakukan play-off. Ini artinya, klub dari luar Kota Kupang tidak otomatis lolos tapi harus melalui play-off. Ada contoh nyata seperti klub-klub dari Flores Timur, karena banyak yang datang, akhirnya kualitas permainan mereka juga menurun karena terpisahnya pemain ke klub-klub lain," ujar Marthin.

Marthin dalam laporan penutupannya, mengatakan, dukungan sponsor, klub peserta, penonton, pemerintah dan aparat keamanan adalah kunci keberhasilan turnamen ini. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Dji Sam Soe, Pos Kupang dan sponsor pendamping, aparat Brimob NTT serta klub peserta dan penonton yang mendukung kesuksesan event ini. Kami harap kerja sama ini terus berlanjut dalam penyelenggaraan yang akan datang," ujarnya.

Sponsor utama turnamen ini adalah Dji Sam Soe dan Pos Kupang. Sementara sponsor pendukung, yakni Pemprop NTT, KONI Propinsi NTT, Dispora NTT, Pemkot Kupang, Platina Komputer, BRI Cabang Kupang, PT PLN, Hotel Kristal, MPM Motor, Brimob Polda NTT, Toko Buku Gramedia, Asuransi Jasindo, Tiara Advertising, Radio Madika, Radio DMWS, RRI Kupang, Harian Pagi Timor Express, Radio Swara Timor dan lainnya. Pelaksana dari turnamen ini adalah Mitra Sportindo Event Organizer. (eko)
Read More...

Johni Lumba: Ini Luar Biasa!

| Label: | 1 komentar |


Juara Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup

TAK ada target muluk-mulk, Kristal FC berhasil menjadi champion turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008. Bagi pelatih Kristal FC, Johni Lumba, prestasi ini dianggap sangat luar biasa dan spektakuler.

"Ini benar-benar luar biasa. Puji Tuhan, karena kami sudah menjadi yang terbaik. Masuk final saja bagi kami sudah luar biasa. Kami tidak pernah membayangkan akan menjadi juara, karena materi kami pas-pasan dibanding tim lain," ujar Johni Lumba usai mengalahkan PS Britama Kupang 2-1 dalam final di Stadion Oepoi- Kupang, Sabtu (13/9/2008).
Manajemen Kristal FC memang tak sia-sia mendatangkan Johni Lumba untuk melatih Dicky Lapitonung dkk. Datang hanya satu minggu menjelang turnamen digelar, Johni Lumba mengaku tidak begitu optimis akan menyamai prestasi tahun lalu. Apalagi timnya bergabung dalam Grup C bersama Britama, Persado dan PS Putra Napo. Namun, karena bermain tanpa beban didukung kekompakan, membuat mereka bisa mengalahkan tim-tim unggulan.

"Kunci kemenangan ini sebenarnya ada pada anak-anak. Meski tanpa saya, mereka berlatih dengan tekun dan sangat disiplin bersama Pak Michel (asistennya). Tekad mereka untuk menjadi terbaiklah yang membuat saya terpanggil untuk bergabung dengan mereka. Terima kasih Pos Kupang, Dji Sam Soe dan semua yang telah mendukung kami," ujar Johni.

Mengomentari pelaksanaan turnamen, Johni mengatakan, antusiasme dan potensi sepakbola masyarakat NTT sebenarnya sangat tinggi. Namun, katanya, sangat disayangkan kalau potensi tersebut hanya dapat disalurkan lewat satu turnamen saja. "Harus ada turnamen lain lagi selain Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup kalau kita ingin potensi sepakbola NTT berprestasi. Untuk itu, harus ada jalinan kerja sama antara pemerintah, swasta dan event organizer," ujarnya.

Secara terpisah, pelatih PS Britama Kupang, Mathias Bisinglasi mengakui Kristal bermain sangat luar biasa. "Kristal bermain sangat baik sehingga layak menjadi juara. Pemain-pemain kami tidak bisa bermain lepas sehingga berhasil ditekan Kristal. Ini turnamen yang luar biasa dan harus terus digelar sehingga potensi yang ada terus dikembangkan sehingga prestasinya jangan hanya di tingkat lokal tetapi sampai tingkat nasional. Jadi seharusnya PSSI terlibat dalam turnamen seperti ini untuk memberikan dukungan," ujarnya. (eko)

Read More...

Data dan Prestasi Pos Kupang Cup

15 September 2008 | Label: | 0 komentar |

Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008
Juara I : Kristal FC
Juara II : PS Britama Kupang
Juara III : Platina FC
Juara IV: AS Roma
Tim favorit : PS Britama Kupang
Tim fair play : Bon Kota Adonara
Top skore : Atus Karpitang (Platina FC/3 gol)
Pemain Terbaik : Lexi Tetun (Kristal FC)

Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007
Juara I : PS Britama Kupang
Juara II : AS Roma
Juara III : Kristal FC
Juara IV : PS Putra Napo, Flores Timur
Tim favorit: Bon Kota Adonara
Top skore : Decky Kadja (AS Roma/4 gol)
Pemain terbaik : Yusuf Mahemba (PS Britama Kupang)

Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006
Juara I : SSB Tunas Muda
Juara II : AS Roma
Juara III : PS Britama Kupang
Juara IV : PS Britama SoE
Tim favorit : Bon Kota Adonara
Top skore: Hendra Takunama (PS Britama Kupang/4 gol)
Pemain terbaik : David Pramono (SSB Tunas Muda)

Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005
Juara I : PS Mandiri
Juara II : Qhanasex FC
Juara III : AS Roma
Juara IV : Sandelwood
Tim favorit : PS Mandiri
Pemain terbaik : Edy Atolan (Qhanasex FC)
Top skore : Hendra Takunama (PS Britama Kupang/4 gol)


Read More...

Kristal Juara Pos Kupang Cup

| Label: | 0 komentar |


KRISTAL FC berhasil menjuarai turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008. Dalam final yang berlangsung di Stadion Oepoi-Kupang, Sabtu (13/9/2008), Kristal FC mengalahkan juara tahun lalu, PS Britama Kupang, 2-1.

Pertandingan Kristal melawan Britama memang sangat ideal sebagai partai final. Disaksikan ribuan penonton yang memadati Stadion Oepoi, Kristal, anak-anak asuhan Johni Lumba ini langsung menekan lawannya. Namun, Britama berhasil mengambil- alih permainan ketika pertandingan mulai memasuki menit ke-15. Terbukti, tendangan spekulasi kapten Britama, Umbu Yogar pada menit ke-29 berhasil membobol gawang Kristal.
Tak ada gol yang tercipta lagi hingga turun minum, semangat juang pemain-pemain Kristal FC di babak kedua patut diacungi jempol. Tak kenal lelah menyerang lawannya, sebuah umpan cantik dari Kevin Samiun berhasil diselesaikan oleh Adi Seran dengan sundulannya. Gol menjadi yang terindah selama turnamen ini berlangsung. Kevin Samiun pun menjadi pahlawan dan bintang kemenangan Kristal FC dengan golnya hanya tiga menit menjelang pertandingan usai.

Atas prestasinya ini, Kristal menerima tropi bergilir, piala tetap dan bonus Rp 10 juta. Britama menerima tropi dan bonus Rp 7 juta. Platina FC sebagai peringkat ketiga menerima tropi dan bonus Rp 5 juta, sedangkan AS Roma sebagai peringkat keempat menerima tropi dan bonus Rp 3 juta.
Wahana Meraih Prestasi
Turnamen ini ditutup secara resmi oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Propinsi NTT, Ir. Andre W Koreh, MT mewakili Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si. Andre Koreh pada kesempatan itu mengatakan kekagumannya atas dedikasi Dji Sam Soe dan Pos Kupang beserta sponsor-sponsor pendampingnya untuk memajukan olahraga sepakbola di NTT.

"Saya bangga dan salut kepada sponsor utama turnamen Dji Sam Soe dan Pos Kupang, beserta panitia penyelenggara dan sponsor-sponsor lainnya, yang telah menyelenggarakan turnamen ini secara lancar dan aman. Kegiatan ini terselenggara karena adanya wujud kepedulian pihak swasta dalam mengembangkan sepakbola di NTT," katanya.

Koreh mengatakan, turnamen ini harus terus digelar agar bisa menghasilkan pemain- pemain lokal yang bisa berprestasi di tingkat nasional. "Saya akan sampaikan kepada Bapak Gubernur NTT, agar Stadion Oepoi ini ke depannya segera dibenahi lebih baik lagi. Ini agar kualitas penyelenggaraan turnamen-turnamen di sini juga menjadi lebih baik," katanya.

"Kepada tim-tim yang telah berpartisipasi dalam turnamen ini dan belum meraih prestasi, harus tetap berlatih lebih baik lagi. Sedangkan kepada tim yang berprestasi harus tetap berjuang untuk mempertahankan prestasinya," katanya.

Secara terpisah, Pimpinan Area Marketing PT HM Sampoerna Tbk Kupang, Danang Pamungkas mengatakan puas atas penyelenggaraan turnamen. Sebagai sponsor, Danang mengatakan, komitmen mereka untuk sepakbola tetap tinggi. Namun dia juga meminta dukungan dari masyarakat dan pemerintah. "Kami sebagai sponsor siap mendukung pengembangan olahraga sepakbola di NTT. Namun, masyarakat juga harus mendukung dengan cara menyiapkan klub-klub sepakbola yang tangguh dan pemerintah harus membantu menyediakan sarana dan fasilitas yang lebih layak sehingga kalau bisa turnamen ini bukan hanya diikuti tim dari NTT, tapi daerah lain di Indonesia juga ikut berpartisipasi," ujarnya.

Sama seperti Danang Pamungkas, Pemimpin Perusahaan SKH Pos Kupang, Daud Sutikno, mengatakan harapannya agar tradisi yang sudah dibangun Dji Sam Soe dan Pos Kupang ini bisa membawa sepakbola NTT menjadi lebih berprestasi. "Setiap tahun kita akan membenahi penyelenggaraan sehingga menjadi lebih baik," ujarnya.

Pimpinan MPM Motor, Bibit Waluyo, sebagai sponsor pendamping secara terpisah, mengatakan, MPM akan tetap berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan Dji Sam Soe- Pos Kupang Cup. "MPM berkomitmen akan tetap menjadi pemberi hadiah utama dalam setiap pelaksanaan Turnamen Dji Sam Soe Pos Kupang Cup," katanya. (den/eko)
Read More...

Platina Juara Ketiga

13 September 2008 | Label: | 0 komentar |


PLATINA FC, berhasil menempati peringkat ketiga turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008. Dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (12/9/2008), Platina menang 4-2 atas AS Roma lewat adu penalti.

Bagi Platina, menempati peringkat ketiga adalah prestasi mengagumkan karena klub ini belum genap satu tahun terbentuk. Sementara bagi AS Roma, peringkat keempat adalah prestasi terburuk sepanjang keikutsertaannya. Tahun 2005, AS Roma menempati peringkat ketiga, sedangkan tahun 2006 dan 2007, AS Roma menjadi runner-up. Platina gagal bermain di final setelah ditaklukkan PS Britama, 2-0. Sedangkan AS Roma dibantai Kristal FC, 3-0 di semifinal.
Target bermain di partai final membuat kedua tim bermain monoton dalam pertandingan ini. Platina FC malah menurunkan pemain lapis keduanya. Hendro Toda, Pinto Abrao, Erwin Togo, Frans Saboen, dan Justinus Jabur tidak diturunkan karena pelatih Platina, Helmon Liko lebih memilih Ardiles Kana, Dentox Pramono, Margo, Zinho, Heri Nuwa, Ridwan dan Ardi Ora. AS Roma, meski tanpa Yus Ressi dan Erens Hane yang cedera, tetap menurunkan pemain utamanya.

Monotonnya permainan kedua tim, lebih disebabkan oleh alur bola yang tidak berjalan dengan baik. Lini tengah kedua tim tak mampu menjembatani alur bola antar-lini dengan baik. Dari kubu Platina, Ardi Ora harus bekerja sendirian karena tandemnya, Ardy Valendra bermain kurang mobil. Dari kubu AS Roma, Hasim tak mampu berbuat banyak sehingga Decky Kadja nyaris tak pernah mendapat umpan matang.

Di pertengahan babak kedua, seharusnya kedua tim bisa mencetak gol. Ardiles Kana, Frans Saboen dan Zola Frare beberapa kali sempat mengancam gawang AS Roma. Namun, Dion Fernandez bermain sangat brilian sehingga semua peluang Platina FC berhasil dipatahkan.

Decky Kadja pun terhitung tigakali sempat melakukan penetrasi yang membahayakan lini belakang Platina. Namun, ketangguhan Heri Nuwa dan Leandro membuat Decky dibuat tak berkutik.

Hingga waktu normal 2x45 menit usai, kedua tim tak sanggup mencetak golnya. Penentuan kemenangan pun langsung dilakukan lewat adu penalti. Saat adu penalti, empat penendang Platina, Frans Saboen, Zinho, Alan dan Bogar menjalankan tugasnya dengan baik, sedangkan Okto Nahak gagal. Dari AS Roma, Hasim Pintar dan Jose sukses, sedangkan Carlos dan Louis gagal. (eko)
Read More...

Prestasi Awal Platina

| Label: | 0 komentar |


BERHASIL merebut posisi ketiga, pemain-pemain Platina FC mengaku sangat puas, meski sempat kecewa karena gagal lolos ke final. Bagi mereka, peringkat ketiga adalah prestasi awal yang spektakuler dan harus ditingkatkan.

Kapten Platina, Justinus Jabur, yang mengomentari prestasi timnya, mengatakan, secara kualitas timnya sudah menampilkan permainan terbaik. Yang menjadi persoalan, kata mantan pemain pra PON XVI 2004 ini, tim Platina FC baru terbentuk sehingga masih butuh penyesuaian antar-pemain.

Pemain Platina lainnya, Leandro Ugak mengaku cukup puas dengan hasil tersebut. Meski demikian, Leandro mengatakan masih terbeban dengan suporternya yang menginginkan mereka menjadi juara.

Pelatih AS Roma, Zeth Adoe mengatakan, faktor cedera pemain yang menjadi penyebab anjloknya prestasi tim. Ia mengatakan, beberapa pemain utamanya, seperti Yus Resie dan Erens Hane susah tergantikan di posisinya, sehingga ketika mereka cedera, pemain pengganti yang disiapkan kurang padu dengan strategi yang diterapkannya. (eko)


Justinus Jabur (pemain Platina FC)
KOMUNIKASI permainan kami belum berjalan dengan baik. Saya yakin, dengan semakin banyak berlatih bersama, tahun depan Platina bisa masuk final. Kali ini kami baru bisa juara ketiga, tahun depan harus lebih baik. (eko)

Leandro Ugak (pemain Platina FC)
MENJADI peringkat ketiga, sebagai klub baru, ini adalah prestasi yang sangat luar biasa. Mewakili rekan-rekan, saya mengucapkan terima kasih kepada suporter dan simpatisan Platina FC yang telah mendukung kami dalam turnamen ini. (eko)

Zeth Adoe (Pelatih AS Roma)
SEMUA hasil yang kami capai sudah menjadi kehendak Tuhan. Kami sudah berusaha, namun Tuhan sudah menghendaki hasil seperti ini, sehingga melalui kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada semua suporter maupun sponsor yang telah mendukung kami. (eko)

Hasim Pintar (Pemain AS Roma)
SEPAKBOLA adalah permainan tim sehingga tidak mengandalkan perseorangan. Menjadi peringkat keempat adalah prestasi yang sangat bagus. Tidak semua tim bisa mencapai peringkat keempat, bahkan ada tim-tim unggulan yang lolos dari penyisihan saja tidak mampu. Kami tidak kecewa, meski kami sebenarnya lebih mengincar gelar juara. (eko)

Read More...

Hindari Euforia Berlebihan

| Label: | 0 komentar |


"BRITAMA akan berusaha bermain baik dan menghibur penonton. Dan, kalau main baik, pasti dapat hasil baik. Soal skor tidak bisa diprediksi karena lawan adalah tim yang bagus. Kami akan mencoba pertahankan gelar dan kami percaya, Tuhan selalu bersama Britama." Itu komentar pelatih Britama FC, Mathias Bisinglasi menghadapi partai final petang ini melawan Kristal FC.

Bagaimana dengan Kristal FC? "Kami tidak mau mendahului kehendak Tuhan karena itu rahasia Tuhan, tetapi kami akan bermain all out. Final adalah impian kami dan kalau Tuhan izinkan maka juara adalah milik kami. Demikian komentar pelatih Kristal FC, Johni Lumba.

Britama dan Kristal sama-sama berada di Grup C saat penyisihan. Kedua tim bermain imbang tanpa gol kala itu. Keduanya menjadi tim yang tak terkalahkan hingga babak final. Produktivitas keduanya pun tidak beda. Britama mencetak sembilan gol, sedangkan Kristal tujuh gol. Keduanya pun sama-sama hanya kebobolan dua gol. Itu artinya peluang juara Britama dan Kristal berimbang.

Namun, iklim pertandingan petang ini akan berbeda seperti saat semifinal. Kedua tim sudah tidak malu-malu menyebut target juara. Mathias Bisinglasi harus mempertahankan gelarnya, sedangkan Johni Lumba sedang berusaha mengulangi sukses seperti kala membawa SSB Tunas Muda menjadi juara tahun 2006. Itu artinya perang strategi akan terjadi antara Mathias melawan Johni Lumba.

Johni Lumba memang akan kehilangan Juan Ie dan Dicky yang terkena akumulasi kartu kuning. Namun masih ada Hengky Patiwael dan Nero untuk mengisi posisi itu. Dilihat dari tipe permainannya, Dicky dan Juan memang sukar tergantikan, apalagi tugas mereka mematikan Ferdy Pere, Adrianus Adi dan Suparman Bara. Untuk itu, dengan meminta pemain-pemainnya bermain lepas dan terus disiplin mengawal lawan dan menjaga daerahnya, maka Britama pasti bisa diatasi.

Beban Britama sebenarnya ada di posisi ini. Sebagai juara bertahan, Umbu Yogar dkk dituntut untuk mempertahankannya. Kalau Kristal kalah, mereka akan mengatakan, prestasinya sudah meningkat --tahun lalu peringkat tiga-- sedangkan Britama bila kalah berarti mengalami penurunan prestasi. Akankah Mathias Bisinglasi terbebani dengan target ini?

Saat kapten Britama, Kristoforus Umbu Yogar mengatakan, mereka akan menampilkan kualitas terbaik yang dimiliki, Mathias pun yakin dukungan penonton dan manajemen klub membuat mereka akan mempertahankan gelarnya. Itu artinya, kharisma dan naluri membunuh yang biasanya muncul pada Mathias di saat-saat genting, akan menjadi kartu truf kemenangan.

Pertandingan ini adalah partai final. Satu kesalahan yang dibuat, harus menunggu tahun depan untuk mengevaluasinya. Bermain tenang, jaga sportivitas, tunjukkan kedewasaan dan hilangkan euforia berlebihan kalau tidak ingin terjungkal. (eko)

Road to Final

Penyisihan Grup C:
Minggu (24/8/2008): Britama Kupang vs Persado Oesao, 1-0, Kristal FC vs Pelangi Putra, 1-0.
Kamis (28/6/2008): Britama FC vs Kristal, 0-0.
Senin (1/9/2008): Persado vs Kristal, 1-1, Pelangi Putra vs Britama Kupang, 1-2.
Perempatfinal:
Kamis (4/9/2008): Qhanasex FC vs Kristal FC, 1-2.
Jumat (5/9/2008): Britama Kupang vs Sandelwood, 5-1.
Semifinal:
Selasa (9/9/2008): PS Britama vs Platina FC, 2-0.
Rabu (10/9/2008): AS Roma vs Kristal FC, 0-3
Read More...

Melihat Sportivitas dan Gengsi

| Label: | 0 komentar |


ZETH Adoe, pelatih AS Roma, setelah mengalahkan Platina FC 0-1 di penyisihan grup, sangat yakin kalau timnya akan lolos ke babak final. Namun, apa mau dikata ketika target itu mentok di tangan anak-anak asuhan Johni Lumba, Kristal FC di semifinal.

Petang ini, Zeth Adoe kembali memimpin skuadnya untuk melawan Platina FC dalam perebutan posisi ketiga. Ada tanggapan kalau partai ini bakal berlangsung antiklimaks, karena kedua tim sebenarnya lebih mengincar gelar juara ketimbang posisi ketiga. Apakah memang demikian?

Melihat skuad kedua tim, baik AS Roma maupun Platina, baik cadangan maupun pemain inti, nampaknya pertandingan akan berlangsung menarik. Sebagai tim yang memiliki nama besar, keduanya tentu ingin catatan sejarah prestasinya tetap indah. Jadi pertandingan petang ini pasti akan berlangsung ketat.
Helmon Liko tentu akan memilih Dentox dan Ardilles Kana yang selama ini dibangkucadangkan untuk mengisi lini depannya. Dibanding Atus dan Frans Saboen, pengalaman Dentox dan Ardiles masih kalah, namun ketajaman dan skil tak ada bedanya. Artinya, Jose dan Fery Awang di barisan belakang AS Roma harus tetap waspada, kalau tidak ingin dipermalukan.

Dengan target membalas kekalahan di penyisihan, Platina tentu ingin memenangkan pertandingan. Bermain total agar tidak disebut 'cengeng' gengsi dan nama besar klub akan menjadi taruhan. Helmon Liko juga tentu tak mau kalah untuk keduakalinya dari Zeth Adoe.

Pasalnya, AS Roma, meski akan kehilangan pemain adalannya, Erens dan Yus Ressie yang cedera, namun tidak bisa dianggap remeh. Dalam catatan prestasinya di turnamen ini, AS Roma duakali menjadi runner-up dan sekali menempati posisi ketiga. Untuk itu, Zeth Adoe tentu tak ingin tahun ini prestasinya turun ke peringkat empat.

Satu hal lagi, akumulasi kartu kuning buat striker Platina, Atus Karpitang yang menjadi top skore sementara membuat Decky Kadja akan memburu dua gol untuk menjadi top skore yang keduakalinya. Sanggup atau tidak tergantung Decky. Kalau dia bermain emosional seperti saat melawan Kristal, maka nama besar Decky tahun ini akan dikubur oleh 'anak-anak baru' Platina FC.

Sportivitas dan gengsi kedua tim akan menjadi perhatian petang ini. Bermain total dan sportif, berarti mereka melupakan kekalahan di semifinal. Pertaruhan nama besar dan gengsi tim, membuat persaingan panas untuk memenangkan permainan. (eko)
Read More...

Johni Lumba: Berkat Evaluasi

12 September 2008 | Label: | 0 komentar |


MENANG 3-0 atas AS Roma membuat Kristal kini melenggang selangkah lebih maju dari tahun lalu. Bermain di final dengan hasil terburuk akan menjadi runner-up, pelatih Kristal FC, Johni Lumba mengatakan, kunci kemenangan mereka adalah berkat evaluasi yang sudah dilakukan.

"Saat calon lawan bermain, saya minta semua pemain Kristal untuk menonton sambil mencatat kelebihan dan kekurangan mereka. Setelah itu saat latihan, saya minta mereka untuk saling mengevaluasi. Jadi ada dua pemain yang mengevaluasi kelebihan dan kekurangan mereka. Setelah itu, saya meminta mereka untuk berpikir yang indah- indah. Saya biarkan mereka terbuai dengan perasaan indah mereka sehingga semua beban yang ada dalam dirinya terbuang. Dan, hasilnya adalah kemenangan atas AS Roma," ujarnya.

Melenggang ke final, Johni mengatakan, timnya sudah siap bertanding. "Siapapun lawannya, kami selalu siap. Britama pernah kami lawan di penyisihan, sehingga butuh evaluasi lagi sebelum pertandingan final," ujarnya.

Secara terpisah, pelatih AS Roma, Zeth Adoe, tidak mau berkomentar banyak tentang kekalahan timnya. Ia hanya mengakui kalau Kristal bermain sangat bagus dan pintar memanfaatkan moment sehingga pemainnya kesulitan untuk keluar dari tekanan. "Perjuangan AS Roma sudah maksimal dan hasil ini harus diakui sebagai kelebihan lawan. Kami minta maaf kepada semua suporter AS Roma, karena kali ini kami tidak berhasil lolos ke final," ujarnya. (eko)
Read More...

Kristal Bantai AS Roma 3-0

| Label: | 0 komentar |

SPEKTAKULER dan luar biasa! Kemenangan adalah hal biasa dalam pertandingan, namun ketika Kristal FC membantai tim sekelas AS Roma, 3-0 dalam semifinal di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (10/9/2008), ini adalah hasil yang tidak pernah diprediksi. Kristal FC pun bertemu PS Britama dalam final yang akan berlangsung, Sabtu (13/9/2008).

Strategi yang diterapkan pelatih Kristal, Johni Lumba untuk meredam permainan AS Roma patut diacungi jempol. Yus Resie berhasil dimatikan oleh Dicky. Decky Kadja dibuat tak berdaya oleh pertahanan berlapis, Juan, Lexi dan Dinggo. Puncak dominasi Kristal terjadi ketika pada menit ke-13, playmaker-nya, Yus Ressie harus ditandu keluar karena keseleo. Hanya satu menit setelah Yus keluar, striker Kristal, Adi Seran, yang mendapat umpan dari sayap, melepaskan tendangan yang meski sempat ditangkap Manek, namun terlepas dan masuk ke dalam gawang.
Tersentak, AS Roma mencoba melakukan serangan balasan. Namun, tangguhnya pertahanan Kristal yang dikawal Juan, Lexi, Dinggo dan Arans, ditambah ketenangan Rian Pati di bawah mistar gawang, membuat serangan AS Roma berhasil dimatikan. Kondisi ini akibat mandeknya alur bola antar-lini yang dimainkan AS Roma. Hasim Pintar praktis bekerja sendirian di tengah sehingga sangat mudah dihentikan.

Kristal sendiri terus menyerang lewat bola-bola panjang, memaksimalkan kedua sayapnya. Dan sepanjang babak pertama, Kevin dan Lexi Lapaan berhasil menjalankan tugasnya. Umpan-umpan silang yang dilepas dan mobilitas tinggi yang ditunjukan keduanya, membuat lini belakang AS Roma keteteran. Hal itu membuat Deni Bengu, mantan striker PS Kota Kupang ini hanya dalam waktu lima menit mencetak dua gol membuat Kristal langsung unggul 3-0 hingga turun minum.

Saat babak kedua berlangsung, AS Roma terlihat ingin mengejar ketinggalannya. Beberapa pergantian dilakukan pelatihnya, Zeth Adoe. Serangan total dilakukan dari lini tengah. Tendangan-tendangan jauh dari luar garis 16 meter mulai dilakukan. Namun, rupanya mereka terlambat. Kristal, meski beberapa kali melakukan tekanan, namun lebih memilih bermain aman. Saat diserang, bola ditendang keluar dan langsung mengamankan daerahnya. Hasilnya, tak ada gol yang tercipta hingga akhir pertandingan. (eko)
Read More...

Britama Menang Karena Tenang

| Label: | 0 komentar |

KAPTEN PS Britama Kupang, Kristoforus Umbu Yogar tak bisa menyembunyikan sukacitanya terhadap kemenangan atas Platina FC. Dia mengatakan, kunci kemenangan mereka adalah karena bermain tenang.

"Teman-teman sempat panik ketika mendapat tekanan. Beberapa rekan kami malah sempat terpancing dengan permainan lawan, namun berkat arahan-arahan dari pelatih, kami tetap bermain tenang sehingga hasilnya seperti ini," ujar Umbu Yogar usai pertandingan.
Umbu mengakui, Platina FC memiliki strategi permainan yang bagus, sehingga mereka dipaksa bekerja keras untuk mengimbangi mereka. "Gol pertama Britama membuat mereka langsung patah semangat sehingga permainan berhasil kami kuasai. Pertandingan ini menjadi pengalaman penting bagi Britama untuk partai final," ujarnya.

Bangga bisa meloloskan Britama ke final untuk kedua kalinya, Umbu Yogar mengatakan tekadnya untuk mengulang sukses tahun lalu dengan menjadi juara tahun 2008. "Melangkah ke final berarti mendekati tangga juara. Kami akan bermain maksimal di final dengan siapapun lawan yang bakal dihadapi. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung kami," ujarnya. (eko)
Read More...

Britama ke Final

| Label: | 0 komentar |


PS Britama Kupang melenggang ke babak final turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008. Dalam pertandingan semifinal di Stadion Oepoi-Kupang, Selasa (9/9/2008), Britama menang 2-0 atas Platina FC.

Jalannya pertandingan yang ditonton langsung Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si ini berlangsung menarik. Menit-menit awal babak pertama, Platina menguasai permainan. Umpan-umpan matang Hendro Toda di sambut kerjasama satu dua, Atus, Saboen dan Thomas beberapa kali sempat mengancam gawang Britama yang dikawal Dody Lisnahan. Empat kali tendangan Atus masih bisa diamankan Dody. Hendro Toda dan Zola Frare beberapa kali sempat melepaskan tendangan dari lini kedua, namun tidak efektif.

Britama di babak memang terlihat tidak begitu aktif menyerang. Suparman Bara, Ferdy Pere dan Jimi Lebao beberapa kali hendak masuk menyerang, namun selalu terjebak perangkap off-side. Keadaan ini membuat pelatih Britama, Mathias Bisinglasi merubah strategi dengan meminta lini keduanya melakukan spekulasi dari luar garis 16 meter.
Hasilnya sangat efektif. Memasuki menit ke-12 babak kedua, memanfaatkan bola liar dari kemelut di depan gawang Platina, Pinto Fernandez melepaskan tendangan menyusur tanah yang meluncur deras ke sudut bawah gawang Hans Dore. Ribuan suporter Platina yang sebelumnya terus bernyanyi dan meneriakan yel-yel dari tribun terbungkam. Tak percaya kalau timnya yang menguasai permainan kebobolan, mereka tersentak karena Britama berhasil mencetak golnya.

Keadaan ini membuat pelatih Platina, Helmon Liko terpaksa melakukan beberapa pergantian. Masuknya Nover, Ardy Ora dan Alan ternyata sangat efektif. Tekanan yang dibangun melalui Atus dan Saboen memaksa Kiser dan Yusuf Mahemba harus bekerja keras menjaga pertahanan Britama. Buntutnya, pada menit ke-41, Kiser yang terburu-buru hendak menghalau bola justru menyentuh bola dengan tangannya dalam kotak penalti. Sayangnya, Atus yang menjadi algojo, melepaskan tendangan yang melenceng jauh di atas mistar gawang.

Penyesalan Platina atas kegagalan Atus ternyata berbuntut panjang. Tak siap menghadapi serangan balik Britama, Marcel Bitol berhasil menambah keunggulan mereka lewat golnya satu menit menjelang bubaran. Di final, Britama akan bertemu pemenang antara AS Roma melawan Kristal FC yang akan bertanding petang ini. (eko)
Read More...

Mencari Yang Terbaik

| Label: | 0 komentar |


BRITAMA sudah berada di final. Sang kapten, Kristoforus Umbu Yogar tak peduli, apakah AS Roma atau Kristal FC yang bakal mereka hadapi. AS Roma atau Kristal, bagi Umbu Yogar, keduanya sama baiknya.

Petang ini, Rabu (10/9/2008), AS Roma, runner-up tahun lalu akan bertemu peringkat ketiga tahun lalu, Kristal FC di semifinal kedua. Kedua tim tidak pernah bertemu dalam turnamen ini, namun pelatih dan pemainnya sama-sama saling tahu kualitas dan tipe permainan lawan.

AS Roma tetap akan mengandalkan Yus Ressie dan Hasim Pintar sebagai pengatur serangan. Untuk pertahanan, Jose dan Feri akan saling melapisi untuk menghentikan striker lawan. Namun, kekuatan AS Roma sebenarnya ada di lini depan. Decky Kadja adalah striker nomor satu yang sanggup menjadikan peluang sekecil apapun menjadi gol. Dari semua posisi, Decky bisa mencetak gol sama baiknya.

Namun, melihat kualitas lini belakang Kristal yang ditunjukan selama babak penyisihan, nampaknya Zeth Adoe tidak boleh tergantung pada Decky Kadja. Lini keduanya, Erens, Hasim atau Moses dan Yus Ressie harus dimaksimalkan. Dan, kalau dia berhasil membangun kekuatan dari lini kedua, maka AS Roma bisa bertemu dengan Britama di final sama seperti tahun lalu.

Tapi, Kristal yang tahun lalu kalah di semifinal dari PS Britama Kupang juga punya tekad untuk mencapai prestasi lebih tinggi dari tahun lalu. Tahu kalau lini depannya masih lemah, Johni Lumba biasanya sangat pandai memanfaatkan kelebihan para gelandangnya. Di sini sebenarnya adalah kekuatan Kristal yang tidak pernah dibaca lawan. Dengan memaksimalkan gelandang, Kristal bisa mencetak golnya dari kedua sisi pertahanan maupun dari tengah.
Dari kenyataan ini sangat jelas siapa yang menguasai lini tengah dia yang memenangkan pertandingan. AS Roma bisa mengirim umpan kepada Decky kalau lini tengahnya bekerja maksimal. Sementara Kristal FC memiliki kekuatan di tengah yang sama baiknya mencetak gol seperti seorang striker.

Mencari yang terbaik itu urusan di final. Namun, perang untuk lolos ke final akan ketat bahkan bisa berlangsung keras. Siapa yang menjadi terbaik, strategi Zeth Adoe atau Johni Lumba? Susah ditebak. Zeth memiliki skuad yang komplet, namun Johni memiliki kematangan dan kekompakan. (eko)
Read More...

Yakinlah Untuk Kemenangan

| Label: | 0 komentar |


WAKIL Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si tak tahu harus mendukung tim mana. Dia takut salah memprediksi hasil pertandingan semifinal antara PS Britama Kupang melawan Platina FC, di Stadion Oepoi Kupang petang ini, Selasa (9/9/2008).

"Saya ingin nonton. Kedua tim ini saya tahu memiliki pemain-pemain yang sangat bagus sehingga sulit diprediksi mana yang akan menang. Mathias Bisinglasi dan Eki Madi sama-sama pelatih yang bagus," ujarnya.

Sebagai Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Esthon Foenay tahu betul kualitas atlet- atlet NTT. Saking aktifnya turun langsung di arena pertandingan, membuat Esthon hafal nama-nama pemain bola. Namun, yang dibahas di sini bukan tentang Esthon Foenay. Persaingan Britama dan Platina untuk maju ke final menebarkan aroma kualitas, ambisi dan target yang mendebarkan.
Melihat laju kedua tim ini hingga semifinal, nampaknya hanya pemain, pelatih dan ofisial masing-masing klub yang berani mengatakan bahwa merekalah pemenang pertandingan.

Memang harus demikian! Tekad menang yang muncul dari dalam diri pemain adalah kekuatan besar untuk mendukung stamina dan kualitas. Setelah itu, semua pemain harus bermain dengan disiplin. Kalau mau bermain cepat atau lambat baik melalui tengah ataupun sayap, iramanya harus diatur agar tetap stabil. Pasalnya, dengan kualitas pemain merata yang dimiliki kedua tim, setiap celah pasti menghasilkan gol.

Kelebihan yang dimiliki Britama adalah naluri gol strikernya, Ferdy Pere yang sangat tinggi selain gelandangnya yang sanggup mencetak gol dari lini kedua. Mathias Bisinglasi biasanya sangat pandai memanfaatkan lebar lapangan. Hal itu membuat serangan maupun pertahanan yang dilakukan berlapis atau bergelombang. Namun, kelemahannya ada pada lini tengah. Umbu Yogar sering kehabisan stamina kalau diajak bermain cepat dalam 2x45 menit. Selain itu, Adrianus Adi terkadang bermain angin-anginan kalau dipresing terus sehingga kesulitan memberikan umpan.

Bagaimana dengan Platina? Helmon Liko sangat tahu bagaimana mematikan Britama. Tahun 2006 lalu, Helmon adalah pelatih Britama. Namun, tugas Helmon petang ini tidaklah mudah. Dia harus mampu membangkitkan motivasi permainan anak-anak asuhannya yang sering tidak stabil. Dia juga harus menjaga konsentrasi permainan Jabur dkk. Komunikasi yang baik antara pemain akan menjadi kekuatan besar yang memenangkan Platina.

Siapa yang menang, tunggu sampai waktu 2x45 selesai. Satu pesannya, jangan pernah serahkan keberuntungan pada Dewi Fortuna. Yakinlah bahwa saya datang, saya lihat dan saya pasti menang. (eko)
Read More...

Imbangi Dengan Stamina

07 September 2008 | Label: | 0 komentar |

ANTON Kia sejak awal sudah mengatakan kalau dia tidak punya target yang muluk-muluk dalam turnamen ini. Dia hanya memiliki rasa bangga karena meski pemainnya rata-rata berusia di bawah 19 tahun, namun bisa lolos ke perempatfinal.

Petang ini, anak-anak asuhan Anton Kia, SSB Tunas Muda akan bertemu tim kuat, AS Roma. Di atas kertas, AS Roma di atas segala-galanya. Saat Decky Kadja dkk sudah menjadi bintang di lapangan hijau, anak-anak SSB Tunas Muda mungkin baru bisa memungut bola. Tapi, aroma pertandingan petang ini akan menjadi beda.

Anton Kia boleh merendah, namun semua orang sudah tahu dan kagum dengan kualitas permainan SSB Tunas Muda. Bukan hanya skil tinggi yang mereka miliki, namun Mariano Soares dkk juga memiliki kolektivitas permainan yang sangat baik. Selain itu, mereka juga memiliki stamina tinggi yang siap bermain 2x45 menit.

Itu artinya, Zeth Adoe, pelatih AS Roma harus sudah jauh-jauh hari meminta pemainnya untuk jangan menganggap remeh pemain-pemain SSB Tunas Muda. Faktor eksternal yang biasa menjadi kekalahan adalah menganggap lawan tidak tahu apa-apa tentang sepakbola, karena mereka baru belajar bermain. Kalau ini yang terjadi, maka mereka harus siap menerima kekalahan.

Bermain tanpa beban, mereka akan melakukan presing ketat dan siap bermain keras ataupun halus. Biasanya pola permainan seperti ini bisa membuat stres pemain yang emosionalnya labil. Mereka akan bermain tanpa pola dan sering melakukan kesalahan sendiri. Kondisi ini harus bisa diantisipasi AS Roma kalau masih ingin bertahan di turnamen ini.

Hal ini sebenarnya mudah dilakukan. Memiliki skuad yang sudah sangat matang, Zeth Adoe dan Buce Lioe sebenarnya tak terlalu repot mengarahkan mereka. Kualitas Decky jauh di atas Rama Meno dkk di pertahanan Tunas Muda. Artinya, Decky bisa berpesta kalau tidak dapat dimatikan. Untuk tugas ini, Anton Kia tidak boleh membebankannya pada lini belakang. Decky harus dimatikan sejak dari lini kedua. Kalau tidak, jangan harap Tunas Muda bisa membuat kejutan sama seperti tahun 2006.

Siapa pemenang pertandingan? AS Roma bisa tersandung kalau tidak bisa mengontrol emosinya. Jose Baros bisa menjadi bumerang kalau tidak disiplin menahan gempuran Ibnu dkk. Selebihnya, kalau AS Roma tampil prima, permainan pasti jadi milik mereka. Namun, Tunas Muda akan sulit dikalahkan kalau irama permainan AS Roma tidak diatur dengan baik untuk mengimbangi stamina mereka. (eko)
Read More...

Wasit Mengecewakan

| Label: | 0 komentar |


PELATIH Bon Kota, Adonara-Flores Timur, Asril Laba tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan timnya. Ia kecewa dan menuding wasit Alberth Lisnahan dan asistennya, Herman Willa dan Yaya Huru tidak mampu memimpin pertandingan.

"Kami kalah karena wasit yang mengalahkannya. Beberapa kali pemain Platina menyentuh bola dalam kotak penalti atau off-side, namun wasit membiarkannya. Saya akan usulkan kepada panitia agar tahun depan wasit yang dipakai adalah yang berusia muda sehingga lebih fokus dan tegas dalam memimpin," ujar Asril Laba.

Secara umum, Asril mengakui kalau Platina FC memiliki pemain-pemain berkelas. Ia salut dengan strategi Helmon Liko dan berharap Platina bisa meraih hasil yang lebih tinggi.

Secara terpisah, manajer Platina FC, Melkisedek L Madi, mengakui sempat was- was karena hingga 15 menit babak kedua timnya tak kunjung mencetak gol. Ia cukup menyesalkan terbuangnya beberapa peluang gol yang seharusnya tercipta. "Seharusnya kami bisa menciptakan gol lebih banyak. Kemenangan ini membuat kami harus lebih siap untuk bermain di babak semifinal," ujarnya. (eko)
Read More...

Platina Lawan Britama

| Label: | 0 komentar |

Kalahkan Bon Kota 2-1

PLATINA FC akhirnya melenggang ke babak semifinal setelah dalam pertandingan perempatfinal di Stadion Oepoi-Kupang, Sabtu (6/9/2008), menyingkirkan Bon Kota, Adonara-Flores Timur, 2-1. Di semifinal, Platina FC akan bertemu PS Britama yang sudah lebih dahulu lolos setelah mengalahkan PS Sandelwood.

Lolos ke semifinal, Platina harus bekerja keras untuk menyingkirkan Bon Kota. Bon Kota, dalam pertandingan ini bermain sangat disiplin. Tahu kalau lawannya memiliki kualitas pemain yang bagus, mereka melakukan presing ketat sejak dari lini kedua. Aksi-aksi brilian dari Ramadhan dan Wahyudi membuat lini tengah berhasil dikuasai. Zola yang ditempatkan pelatih Platina, Helmon Liko di tengah nampak mudah didikte.

Meski demikian, Bon Kota tetap kesulitan menekan pertahanan Platina yang dikoordinir Jabur dan Leandro. Bon Kota pun memasukan Hendro Atamuan menggantikan Jerman. Sempat menekan, Bon Kota tetap kesulitan mencetak gol. Helmon Liko rupanya sadar dengan keadaan ini. Ia kemudian menarik Thomas Gotha, Vito Tokan dan Justinus Jabur untuk memasukkan Nover, Yolis dan Okto Nahak. Posisi Hendro yang beroperasi di sayap kanan juga ditarik ke tengah, sedangkan Zola kembali ke sayap.
Strategi Platina rupanya lebih unggul. Saat babak kedua pertandingan yang dipandu Alberth Lisnahan berlangsung 17 menit, Frans Saboen berhasil mencetak gol pertama Platina memanfaatkan kesalahan kiper Bon Kota, Wahyudin yang tidak sempurna menangkap bola. Unggul satu gol, Platina nampak mulai menguasai permainan. Tekanan yang dibangun melalui Nover, Atus dan Saboen membuat lini belakan Bon Kota keteteran. Hendro Atamuan pun terpaksa harus turun membantu pertahanan.

Meski demikian, lima menit setelah gol Saboen, Atus dengan skil yang sempurna menambah keunggulan Platina menjadi 2-0. Beberapa saat kemudian Platina seharusnya mencetak gol ketiganya, namun eksekusi tendangan penalti Nover ditahan sempurna oleh Wahyudin. Platina nampak mulai bermain aman ketika pertandingan memasuki menit ke-30. Leandro, Ardy Valendra dan Pinto Abrao memilih membuang bola sejauh mungkin dari pertahanannya.

Tiga menit menjelang pertandingan berakhir, Bon Kota sempat membuka harapannya lewat gol penalti Sudirman. Serangan total dibangun, namun saat gol belum tercipta, wasit sudah meniup pluit panjang. (eko)



Read More...

Maksimalkan Keunggulan

| Label: | 0 komentar |

FANATISME terhadap sepakbola terkadang membuat orang rela berbuat dan mengorbankan apa saja asalkan bisa menikmatinya. Ada sebagian tim yang terkadang tampil di turnamen hanya bermodalkan fanatisme tanpa didukung kualitas permainan. Ada tim yang benar-benar mengagungkan sepakbola, sehingga hanya mau tampil karena berkualitas. Tapi ada juga tim yang punya kualitas dan juga fanatisme.

Petang ini, Bon Kota Adonara akan bertemu Platina FC. Sejak penyelenggaraan tahun 2006, Bon Kota sudah menggetarkan sepakbola Kota Kupang dengan kehadiran ribuan suporternya. Dukungan kualitas pemain yang merata, membuat mereka selalu masuk daftar tim unggulan juara. Sanggupkah mereka mengatasi Platina FC?

Kunci jawabannya ada di tangan Asril Laba dan Mad Ivan. Asril Laba harus pandai-pandai menempatkan pemainnya. Dia juga harus mampu menenangkan suporternya agar memberikan suport yang positif. Sementara peran Mad Ivan adalah mengatur irama permainan. Ketenangan dan rasa percaya diri harus ditanamkan kepada rekan-rekannya. Karena ketika mereka terpengaruh dengan pemain atau suporter lawan, jangan harap bisa pulang ke Adonara dengan membawa prestasi.

Bagaimana dengan Platina FC? Kekalahan dari AS Roma di babak penyisihan nampaknya harus segera dibuang. Tensi babak knock out berbeda dengan penyisihan grup. Artinya, Platina harus mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya. Di atas kertas, dengan kualitas pemain inti dan cadangan yang sama, Helmon Liko harusnya 'mudah' mengalahkan Bon Kota. Keunggulan Platina adalah stamina pemainnya. Satu kuncinya adalah harus bermain lepas dan jangan menganggap remeh lawan apalagi terpengaruh dengan suporter di luar lapangan.

Siapa yang memenangkan pertandingan, Bon Kota atau Platina, nampaknya susah diprediksi. Prediksi dan pemain berkualitas bukan jaminan kemenangan. Faktor eksternal juga harus dihitung. Dasarnya adalah sportivitas, semangatnya adalah fair play dan untuk mencapai tujuan akhir, yakni kemenangan, tunggu sampai waktu 2x45 menit selesai. (eko)


Read More...

Britama Bantai Sandelwood

| Label: | 0 komentar |


KETANGGUHAN PS Britama Kupang mulai makan korban. Sempat tertekan di awal babak kedua, PS Britama membantai tim kuat, PS Sandelwood 5-1 dalam laga perempatfinal di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (5/9/2008). Britama pun lolos ke semifinal dan akan bertemu pemenang antara Bon Kota Adonara melawan Platina FC yang akan bertanding petang ini.

Pertandingan antara kedua tim ini diawali dengan tekanan. Sandelwood yang ingin bermain aman, melakukan tendangan bola-bola jauh ke depan. Berto dan Herman yang mengawal lini belakang Sandelwood melakukan aksi sapu bersih yang membuat Britama seperti bermain tanpa pola. Saat pemain Britama menguasai bola, anak-anak Sandelwood langsung melakukan presing dan membuang bola sejauh mungkin.

Namun, kejadian itu justru merupakan awal dimulainya pesta gol Britama. Kesalahan melakukan kontrol, lini belakang Sandelwood terkecoh ketika striker Britama, Ferdy Pere berhasil mencuri bola. Ferdy yang langsung berhadapan dengan kiper Sandelwood, Agus dengan mudah mencetak gol. Gol ini tak bertahan lama karena beberapa saat kemudian, Marcel Bitol yang lolos dari lini kedua, kembali memaksa Agus memungut bola dari gawangnya.

Pertandingan menjadi ketat, ketika Sandelwood terlihat mulai berani memainkan bola. Oji beberapa kali sempat mengirim umpan matang kepada Berti. Hasilnya, satu menit menjelang turun minum, Herman melepaskan tendangan melengkung yang tidak bisa diantisipasi kiper Britama, Dody Lisnahan.

Awal babak kedua hingga 15 menit pertama, permainan menjadi milik Sandelwood. Stamina Britama yang menurun membuat permainan dikuasai Sandelwood. Umbu Yogar sebagai pengatur serangan Britama, berhasil dimatikan sehingga Adrianus Adi harus bekerja sendirian. Namun, di saat menguasai permainan, Sandelwood justru tidak waspada.

Kematangan strategi benar-benar ditunjukkan Mathias Bisinglasi. Memasukan Qadar, Irwan dan Syahlan, membuat permainan Britama mulai hidup. Buktinya, Pinto mencetak gol ketiga Britama lewat tendangan keras dari sayap kanan. Tak lama kemudian, Qadar yang baru masuk membuat Britama melanjutkan pestanya dan ditutup dengan gol Suparman Bara. (eko)
Read More...

Gengsi Sepakbola Flores

03 September 2008 | Label: | 1 komentar |


DALAM sejarah penyelenggaraan turnamen sepakbola El Tari Memorial Cup, perserikatan asal daratan Flores mendominasi juara. Dari 22 kali penyelenggaraan, tim asal Flores sebelas kali menjuarai turnamen paling bergengsi di NTT ini.

Perseftim Flores Timur yang pertamakali menjuarai turnamen ini tahun 1969. Tahun lalu, PSN Ngada menjadi juara setelah mengalahkan tuan rumah, Persab Belu di final. Kalau demikian, talenta dan gengsi sepakbola sebenarnya ada di daratan Flores. Buktinya, saat POR Daratan tahun 2006, hanya Pordafta (Daratan Flores Lembata) yang menyelenggarakan cabang sepakbola, sedangkan Pordat (Timor) dan Pordasar (Sumba, Alor, Rote) tidak.

Di turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008, ada lima tim asal Flores yang berpartisipasi. Flores Timur mengirim Perselaya, Pelangi Putra, Putra Napo dan Bon Kota, sedangkan dari Ende ada Kelimutu FC. Dari lima tim tersebut, kini tinggal menyisakan Bon Kota yang memiliki harapan untuk lolos ke perempatfinal.
Petang ini, di Stadion Oepoi, Bon Kota akan menjajal Kelimutu FC. Bon Kota hanya butuh satu poin atau seri untuk lolos. Pasalnya, setelah pertandingan mereka, SSB Tunas Muda dan Garuda Bahari akan bertemu, 'saling membunuh' kalau ingin lolos. Sama seperti Bon Kota, Tunas Muda hanya butuh satu angka untuk lolos, namun Anton Kita tentu tak ingin berspekulasi.

Pertarungan antara Bon Kota melawan Kelimutu menjadi menarik karena Kelimutu sudah tersingkir meski nanti menang. Dilihat dari skuad yang dimilikinya, Kelimutu pasti bisa mengalahkan Bon Kota. Paschal Killa, Castelo Branco, Primus Sivelmus, Hans Lilo, Sisko dan lainnya jauh lebih terkenal dalam sepakbola NTT dibanding Mad Ivan dkk. Artinya, meski Bon Kota lebih berpeluang, namun untuk mendapatkannya harus bekerja ekstra.

Di NTT, sepakbola Ende dikenal memiliki karakter yang beda dengan Flores Timur. Keduanya memang sama-sama memiliki tipe permainan bola-bola pendek mengandalkan skil tinggi, namun Flores Timur terkesan kasar, sedangkan Ende 'sedikit lebih santun.' Namun, makna pertandingan petang ini bukan itu. Di sini, gengsi sepakbola Flores akan menjadi taruhan. (eko)
Read More...