Tampilkan postingan dengan label Portugal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Portugal. Tampilkan semua postingan

Panser Terobos Semifinal

21 Juni 2008 | Label: , , , | 0 komentar |

DER Panser mulai panas. Setelah kurang meyakinkan di babak penyisihan grup, kini Der Panser, Jerman, mulai menunjukkan kelasnya. Secara meyakinkan, Michael Ballack dkk mampu menggilas Portugal 3-2, Jumat (20/6/2008) dinihari Wita, untuk menerobos semifinal.

Tiga gol Jerman masing-masing dicetak Bastian Schweinsteiger menit ke-22, Miroslav Klose menit ke-26, dan Michael Balllack menit ke-61. Dua gol Portugal disumbangkan Nuno Gomes menit ke-40 dan Helder Postiga menit ke-87.

Meski tanpa didampingi pelatih Joachim Loew yang terkena hukuman, Jerman tampil begitu percaya diri. Mereka menunjukkan kelas Jerman seperti saat jaya dan mencoba terus menekan sejak babak awal. Sementara Portugal sering kesulitan membongkar pertahanan lawan, apalagi Cristiano Ronaldo selalu dikawal ketat.

"Kami terus menekan dan tak membiarkan Portugal berkembang. Kami bermain demi pelatih Joachim Loew yang terpaksa duduk di tribun karena terkena hukuman. Kami berhak meraih kemenangan ini. Kami mengubah sistem permainan dan lebih kompak serta tampil fantastis, terutama di babak pertama," ujar kapten Jerman, Michael Ballack.

Asisten pelatih Jerman, Hans Dieter Flick, mengaku tidak melakukan kontak sama sekali dengan Loew sepanjang pertandingan. "Saya tidak melakukan itu, tapi kami sudah merancang segalanya sebelum pertandingan dan itu berjalan sempurna," ujar Flick yang terlihat tegang di bench sepanjang pertandingan.

Gol Ballack Tidak Sah
Mencari kambing hitam, itulah yang dilakukan pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari. Menurut pelatih asal Brasil ini, gol ketiga Jerman yang dicetak Michael Ballack seharusnya tidak disahkan wasit Peter Frojdfelt. Ballack terlebih dahulu mendorong Paulo Ferreira sebelum menyundul bola ke gawang Ricardo.

"Saya tidak mau mengatakan Jerman mendapatkan keuntungan, tapi faktanya tayangan ulang di televisi menunjukkan dengan jelas bahwa Ballack memang mendorong pemain kami, sayangnya wasit tidak melihat," katanya.

Walau menyalahkan wasit, Scolari mengaku bahwa pemainnya melakukan kesalahan fatal dalam mengantisipasi umpan-umpan lambung pemain Jerman. Dua gol Jerman terjadi lewat sundulan kepala yang memanfaatkan umpang lambung dari tendangan bebas.

"Awalnya kami mengira Jerman akan menjadi juara Grup B dan kami sebagai juara Grup A sehingga baru akan menghadapi mereka di semifinal. Yang terjadi adalah Jerman lolos dengan status runner up hingga kami harus berhadapan dengan kesebelasan yang kuat, terutama dalam bola-bola mati," kata Scolari yang akan menangani Chelsea usai Euro 2008 ini.

Lain halnya dengan striker sekaligus kapten Portugal, Nuno Gomes. Menurut pemain depan Benfica yang tercatat sebagai pemain ketiga yang mencetak gol di tiga Piala Eropa itu, Portugal kalah karena tampil buruk dan sebaliknya Jerman menunjukkan permainan yang menawan. Der Panzer mampu memaksimalkan semua potensi yang ada pada timnya.
"Ini bukan hari kami dan kami bermain buruk. Selain itu, Jerman memanfaatkan kelebihannya dalam memaksimalkan bola-bola mati serta memainkan bola-bola panjang," ungkap Gomes kepada Abola.pt. (kcm/bbc/ap)
Read More...

Tujuh Kata Kunci Joachim Loew

| Label: , , , | 0 komentar |

Oleh Budiarto Shambazy

Pelatih Jerman Joachim Loew menyimpulkan kunci kemenangan yang meloloskan Jerman ke semifinal. "Saat melawan Portugal, kami menerapkan struktur, organisasi, dan disiplin yang kuat. Kami tampil berani dan memainkan berbagai kombinasi yang bagus," katanya.

Semua keampuhan yang membuat kami sukses pada masa lalu telah berhasil kami terapkan malam ini," ujarnya seusai partai perempat final. Ada tujuh kata kunci dari kalimat Loew: struktur, organisasi, disiplin kuat, keberanian, kombinasi bagus, sukses masa lalu, dan keberhasilan saat ini. Resep serba tujuh yang menopang prestasi "die Mannschaft" (tim nasional) itu boleh jadi sejajar dengan formula sukses bisnis ala Stephen Covey yang terkenal dan dituangkan ke dalam buku The Seven Habits of Highly Effective People.

Sepak bola Jerman memiliki struktur kuat karena keseragaman system of play yang diterapkan sejak usia dini ke Bundesliga. Jika struktur dirécoki, seperti yang pernah dilakukan sebagian pemain bintang "FC Hollywood" (baca Bayern Muenchen) yang bergelimang gosip daripada prestasi, struktur pun kolaps. Dulu Bayern sarang pemain nasional, mulai generasi Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, sampai Juergen Klinsmann.

Fenomena FC Hollywood merusak tradisi itu, antara lain akibat temperamen pemain yang sékringnya mudah putus seperti Oliver Kahn.

Bayern disesaki legiun asing macam Giovane Elber (Brasil), Owen Hargreaves (Inggris), Bixente Lizarazu (Perancis), dan Roque Santa Cruz (Paraguay). Prestasinya sebagai klub langganan juara Liga Champions pudar sampai kini, top scorer- nya Luca Toni (Italia). Untung masih ada Lukas Podolski.

Struktur jadi hebat berkat roda organisasi yang berjalan efektif karena setiap individu bersikap solider, menaati hierarki, dan menghormati aturan. Kanselir Angela Merkel yang menghadiri latihan ikut memompa semangat. "Ia minta saya tak mengulangi kesalahan dan main seperti sedia kala. Saya mengikuti nasihatnya," ujar Bastian "Schweini" Schweinsteiger.

Semangat tiap pemain terpacu untuk tampil sebaik-baiknya demi Loew yang dilarang duduk di bangku cadangan. Hukuman itu tak masuk akal sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan perlakuan terhadap Loew yang menumbuhkan solidaritas. Rasa solidaritas ini, ditambah mentalitas staying power (pantang menyerah) ciri khas tim Panser, melipatgandakan disiplin.

Kata kunci keempat adalah keberanian Ballack dan kawan- kawan yang bermain lebih lepas dibandingkan tiga partai sebelumnya. Grafik masih labil sebab setelah menang atas Polandia, Jerman ditaklukkan Kroasia, menang "bola mati" atas Austria, dan menjungkalkan Portugal. Ballack didorong lebih ke depan agar lebih bebas, Schweini dan Podolski makin tajam, dan lini belakang pun nyaris sempurna.

Jika Ballack bertindak sebagai playmaker yang punya daya jelajah leluasa, otomatis kombinasi-kombinasi serangan lebih beragam-kata kunci kelima. Setpieces ala Jerman makin penuh muslihat karena Loew tahu leher dia akan digorok kalau Jerman tersingkir lagi di babak penyisihan grup untuk ketiga kalinya berturut-turut. Bayangkan, setelah menjadi juara 1996, die Mannschaft gagal menang di enam partai penyisihan grup tahun 2000 dan 2004!

Penyakit absen sejarah

Loew, Ballack, pemain-pemain lain, bahkan Presiden DFB (Deutscher Fussball Bund) Theo Zwanziger dan Beckenbauer mafhum bahwa sepak bola salah satu ekspor andalan. Itu sebabnya, klub Bayern dan Dortmund berkunjung ke Jakarta belum lama ini karena makin jatuh mérek di Asia dibandingkan klub-klub sohor Inggris. Jerman satu-satunya juara Euro tiga kali dan tiga kali pula jadi "die Weltmeister" (juara Piala Dunia).

Kejayaan sejarah masa lalu, yang merupakan kata kunci keenam, merupakan harga mati bagi bangsa Jerman. Mengapa? Sebab, berhubung keterbatasan memori manusia, mereka justru dianggap sebagai bangsa yang tak punya masa lalu. Dan, penyakit absen sejarah ini berawal dari petualangan Adolf Hitler.

Seperti halnya Jepang, bangsa Jerman sejak era pasca-Perang Dunia II ibaratnya menyapu sampah sejarah ke bawah karpet. Bangsanya terpecah di Barat dan Timur, tertutup, serta enggan menunjukkan rasa nasionalisme yang fanatik karena bisa dituduh Neo-Nazi. Gambaran itu tampak dari sosok dua pemain die Mannschaft terkenal, yakni Fritz Walter sang kapten juara dunia 1954 dan Ballack.

Walter pribadi serius yang terbeban sejarah kelam Nazi. Ia kaku, spartan, dan enggan jadi pesohor. Ballack tak suka masa lalunya di Jerman Timur yang komunis disorot. Rata-rata pemain nasional menghindari hiruk-pikuk ala David Beckham- kecuali Beckenbauer sang playboy atau Kahn yang flamboyan.

Gerd Mueller sempat mengalami gangguan jiwa gara-gara ngetop. Paul Breitner memprotes sterilisasi sejarah dengan menjadi Marxis. Klinsmann lebih suka angin pantai di California, AS, daripada mengurus bisnis roti di Stuttgart. Tak sedikit pemain top memilih pindah ke Liga Spanyol atau Italia daripada berkutat di Bundesliga yang kaku dan puritan.

Seperti halnya Jepang, satu-satunya pengalih perhatian sejarah yang produktif adalah teknologi. Jika Jepang penemu mobil hemat, Jerman punya Mercedes-Benz dan BMW, "The Beatles dan Rolling Stones" (mobil nomor satu dan dua) dunia. Pemain die Mannschaft tidak cuma Mercedes atau BMW, tetapi juga Porsche, Audi, Opel, bahkan Volkswagen.

Teknologi unggul. Itulah yang jadi bukti nyata keampuhan kata kunci ketujuh Loew, keberhasilan saat ini. Nah, senjata rahasia tujuh kata kunci ala Loew telah disiapkan. Dua langkah lagi sang Panser tak mustahil mencetak rekor baru: juara Euro untuk keempat kalinya. Pertanyaannya, apakah Anda masih ragu?*

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/21/00401858/tujuh.kata.kunci.joachim.loew
Read More...

Jerman Jumpa Portugal

20 Juni 2008 | Label: , , , | 0 komentar |

TENDANGAN bebas Michael Ballack mengantar Jerman menang 1-0 atas Austria dalam pertandingan terakhir Grup B di Wina, Selasa (17/6/2008) dinihari Wita. Sebagai runner-up Grup B, Jerman akan bertemu juara GrupA, Portugal pada perempatfinal di Basel, Jumat (20/6/2008).

Kroasia tampil sebagai juara Grup B setelah meraih hasil sempurna usai menang 1-0 atas Polandia. Di perempatfinal, Kroasia akan bertemu Turki, yang menjadi runner-up Grup A. Kroasia menang atas Polandia lewat gol tunggal, Ivan Klasnic. Kroasia dan Turki akan saling jajal di Wina, Sabtu (21/6/2008).

Jerman maju ke perempatfinal untuk pertama kalinya sejak meraih Piala Eropa 1996 di Inggris. Mereka mengawali kampanye mereka dengan mengalahkan Polandia 2-0 sebelum kalah atas Kroasia 1-2. "Tim kami berjuang keras. Pada awalnya seharusnya kami sudah menang agar pertandingan menjadi mudah. Tetapi mereka bermain bagus sehingga kami harus berjuang hingga menit terakhir," kata Ballack.

"Kami sendiri yang membuat pertandingan menjadi begitu susah, apalagi Kroasia bermain di lapangan lain. Artinya, kami tidak dapat bermain santai," katanya.

Menghadapi Portugal, Michael Ballack lebih mengunggulkan Cristiano Ronaldo dkk ketimbang timnya. Ballack merasa Jerman menjadi tim yang tidak diunggulkan dibandingkan Portugal mengingat penampilan mengecewakan Der Panser dalam dua pertandingan terakhir di babak Grup B.

"Saya rasa Portugal saat ini menjadi favorit dan kami menjadi underdog, namun siapa tahu mungkin hal itu akan menguntungkan kami. Saya mengenal sejumlah pemain Portugal, tidak hanya dari Chelsea, tetapi juga dari sejumlah kesempatan ketika kami bertemu. Mereka bagus secara individu, mereka tampil menyerang dan tidak terlalu fokus terhadap pertahanan. Mereka adalah tim yang luar biasa, bukan karena Cristiano Ronaldo yang mengalami musim yang hebat di Inggris," kata Ballack.

Kroasi Sempurna
Kroasia hingga saat ini menjadi satu-satunya tim yang lolos ke perempatfinal dengan nilai sempurna. Pelatih Kroasia, Slaven Bilic mengatakan, "Kami amat bangga karena dapat memberikan kemenangan kepada pendukung kami. Begitu hebat sorakan mendukung kami, seharusnya kami mendapat angka lebih banyak."

"Banyak pemain dalam tim saya yang berusaha menambah angka, tetapi satu angka itu sudah cukup bagi kami. "Kami bermain bagus hari ini dan saya gembira dapat menciptakan gol tunggal kemenangan itu. Yang paling penting, kami memenangi pertandingan," katanya.

Televisi nasional memberitakan, di Zagreb, Kroasia, ribuan penduduk merayakan kemenangan timnas mereka itu atas Polandia. Massa yang larut dalam kegembiraan itu dengan mengenakan seragam kesayangan timnas mereka menyanyikan lagu-lagu lokal sementara sejumlah motor membunyikan klakson untuk menyambut pertandingan berikut timnas Kroasia.

Pelatih Polandia, Leo Beenhakker, tidak puas dengan penampilan timnya di Euro 2008 itu. "Setiap orang tentu kecewa karena kami berambisi untuk melakukan yang terbaik. Ini kenyataan, karena dalam babak penyisihan kami dapat melakukannya dengan baik. Namun dalam lanjutan turnamen ini kami tidak dapat melakukan seperti sebelumnya. Beberapa pemain handal sedang tidak dalam kondisi prima, sedang tidak dalam kondisi puncak mereka," katanya. (ant/bbc/rtr)
Read More...

Deco dan Ballack Pegang Kunci

| Label: , , , , | 0 komentar |

PEMAIN Jerman sudah menyiapkan segala piranti untuk mengawal winger Portugal, Cristiano Ronaldo pada laga babak perempatfinal pertama Euro 2008, Jumat (20/6/2008) dini hari. Namun bisa jadi kunci utama untuk lolos ke semifinal bukan pada sosok Ronaldo. Pemain yang bakal memegang peranan penting bagi kedua tim untuk lolos ke babak semifinal adalah dua bintang lapangan tengah, midfielder Michael Ballack di kubu Jerman dan Deco Souza (Portugal).

Ballack tentu akan menunjukkan penampilan gemilangnya di hadapan pelatih baru Chelsea, Luiz Felipe Scolari. Sudah dipastikan Scolari adalah bos baru di klub Michael Ballack untuk musim kompetisi mendatang. Pelatih asal Brasil, Scolari kini juga sudah membidik nama Deco sebagai calon pemain pertama yang bakal dibawanya ke Chelsea per 1 Juli mendatang. Eks gelandang FC Porto itu bakal dilepas klubnya saat ini Barcelona. Karena itu, bisa jadi laga yang akan dipentaskan di Stadion St Jakob-Park, Basel ini adalah pertempuran dua pemain gelandang yang saat ini ingin mencuri simpati Scolari.

Deco yang baru pulih dari cedera panjang membuat penampilan mengesankan selama dipilih Scolari sebagai starter dalam dua laga Portugal di penyisihan Grup A. Bahkan ia turut menyumbangkan sebuah gol saat Seleccao mengalahkan Republik Ceko 3-1.

Pelatih Jerman, Joachim Loew juga mengakui hal ini. "Kami akan memasang pengawalan tak hanya pada Ronaldo. Mereka (Portugal) memiliki pemain dengan kemampuan serupa dengan Ronaldo. Mereka sangat cepat dan mampu mendribling bola dengan baik. Deco bisa menjadi kunci dengan satu umpannya," kata Loew.

Kemampuan pasukan Der Panzer untuk menghentikan kreativitas Deco tergantung pada lini tengah mereka. Dan, semua itu kembali pada performa Ballack yang mencetak gol kemenangan saat mengalahkan Austria 1-0. "Dia (Ballack) memiliki pengaruh yang besar bagi tim dan dia bisa menentukan ke mana arah pertandingan kami nanti," lanjut Loew seperti dikutip Independent.co.uk.

Masalahnya, Ballack bakal kehilangan tandem sehatinya di lini tengah, Torsten Frings. Ia mengalami patah tulang iga. Selama ini, Frings menjadi benteng tangguh di lini tengah Jerman sehingga memudahkan Ballack melancarkan serangan.

Pujian Scolari
Tentang Deco, Scolari menyatakan sulit membuat timnya bermain baik jika tidak ada pemain bernama lengkap Anderson Luis de Souza di lini tengah Portugal. "Hanya ada satu pemain lain yang memiliki keterampilan serupa di Euro 2008, yakni Belanda dengan Wesley Sneijder-nya. Deco adalah individu yang peduli. Dia siap mengambil risiko besar untuk membuat perbedaan," kata Scolari dikutip Reuters.

Setelah diistirahatkan melawan Swiss di partai terakhir Grup A, Deco kembali akan menjadi tumpuan Scolari yang akan menurunkan kekuatan terbaik. Bersama Joao Moutinho dan Armando Petit, Deco terbukti membuat lini tengah Portugal benar-benar berbeda. Dua pemain lainnya Cristiano Ronaldo dan Simao Sabrosa membuat lini belakang lawan harus sigap. Belum lagi Scolari memiliki opsi lain dengan Ricardo Quaresma dan Nani.

Ballack Sesumbar
Kini, tugas besar ada di pundak Ballack untuk bisa menghentikan permainan lini tengah Portugal yang komplit. Namun kapten Jerman ini sesumbar bisa menjalankan tugasnya sekaligus memukul Portugal. "Jerman saya rasa tidak ada hambatan untuk mengalahkan Portugal, karena kami pernah mengalahkannya (3-1) di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2006 lalu," ungkapnya seperti dilansir Goal.

Ballack menyebut kemenangan atas Portugal di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2006 setidaknya banyak memberi masukkan bagi dirinya dan rekan-rekannya di tim berjuluk Der Panzer ini. "Dari pertandingan itu kami banyak mengetahui bagaimana Portugal bermain. Mereka memainkan sepak bola menyerang, dengan Cristiano Ronaldo sebagai pemain inti," katanya.
Ia meyakini laga Portugal-Jerman merupakan pertandingan sulit bagi kedua tim. Ballack setuju jika Portugal lebih difavoritkan, namun Jerman memiliki pengalaman mengalahkannya. "Portugal boleh saja difavoritkan di Piala Eropa ini, namun kami pun memiliki peluang mengalahkan Portugal seperti di Piala Dunia 2006," tandasnya. (Persda Network/rif/oro)

Prakiraan Pemain
PORTUGAL (4-2-3-1): 1-Ricardo; 4-Bosingwa, 15-Pepe, 16-Carvalho, 2-Ferrerira; 10-Moutinho, 8-Petit; 7-Ronaldo, 20-Deco, 11-Simao; 21-Nuno Gomes
Cadangan: 12-Nuno Santo, 22-Patricio, 3-Alves, 14 Ribeiro, 5-Meira, 13-Miguel, 18-Veloso, 6-Meireles, 17-Quaresma, 19-Nani, 9-Almeida, 23-Postiga
Pelatih: Luiz Felipe Scolari (Brasil)

JERMAN (4-4-2): 1-Lehmann; 3-Friedrich, 21-Metzelder, 17-Mertesacker, 16-Lahm; 7-Schweinsteiger, 15-Hitzlsperger, 13-Ballack, 20-Podolski; 11-Klose, 9-Gomez
Cadangan: 12-Enke, 23-Adler, 5-Westermann, 6 Rolfes, 2-Jansen, 4-Fritz, 19-Odonkor, 18-Borowski, 14-Trochowski, 22-Kuranyi, 10-Neuville
Pelatih: Joachim Loew
Read More...

Swiss Menaklukkan "Portugal B"

17 Juni 2008 | Label: , , | 0 komentar |

Basel, Kompas - Tim tuan rumah Swiss benar-benar memanfaatkan perbedaan mencolok "the starting eleven" Portugal, pada laga terakhir Grup A Piala Eropa di Stadion St Jakob Park, Basel, Swiss, Senin (16/6) dini hari WIB. Swiss menang 2-0 atas "Portugal B", yang memberikan pada mereka hadiah hiburan: kemenangan perdana yang tak mengubah ketersisihan dari penyisihan grup.

Meski unggul, Swiss tak meraihnya dengan mudah. Itu wajar, karena "Portugal B" masih diperkuat nama-nama tangguh seperti pemain sayap Nani dan Ricardo Quaresma, bek tengah Pepe, bek kiri Paulo Ferreira, dan kapten Fernando Meira.

Sebaliknya, pelatih Swiss Jakob "Kobi" Kuhn tidak menurunkan gelandang serang andalan Tranquillo Barnetta sejak kick off. Tak heran, pada babak pertama serangan mengarah ke jantung pertahanan tuan rumah.

Saat laga baru memasuki menit ketujuh, tandukan striker Helder Postiga-yang menyambung umpan Quaresma-melambung di atas mistar. Delapan menit kemudian, bola juga membentur mistar saat Pepe menyongsong bola tendangan bebas Nani.

Pada menit-menit berikutnya, bombardir serangan tim asuhan Luiz Scolari tak berhenti. Peluang-peluang itu, antara lain tercipta melalui sundulan Bruno Alves yang ditangkap kiper Pascal Zuberbuehler, tembakan Postiga yang membentur Philippe Senderos, dan sepakan free kick Nani yang juga ditepis Zuberbuehler.

Sering terpotong

Sebaliknya, serangan Swiss yang mengandalkan Hakan Yakin dan Eren Derdiyok di lini depan, sering terpotong sebelum memasuki pertahanan Portugal. Peran Barnetta pada babak pertama, kurang dimainkan maksimal oleh Johan Vonlanthen. Tim "Schweizer Nati" praktis hanya punya kans melalui tendangan Valon Behrami dan tandukan Yakin.

Permainan pada babak kedua banyak berubah setelah Barnetta masuk ke lapangan, menggantikan Vonlanthen. Pergerakan Barnetta yang masih segar, beberapa kali mengoyak lini belakang Portugal. Strategi Kuhn dengan Barnetta itu menuai hasil pada menit ke-70, saat Yakin lolos dari perangkap offside.

Setelah menguasai bola di kotak penati, Yakin menaklukkan kiper Portugal, Ricardo, dan membuat Swiss unggul satu gol. Hanya berselang 11 menit kemudian, Yakin mempersembahkan gol kedua Swiss melalui titik penalti, setelah Meira menjatuhkan Barnetta di kotak terlarang.

Dua gol Yakin membawa pemain BSC Young Boys (Swiss) itu, dinobatkan sebagai player of the match laga tersebut. Kemenangan 2-0 itu sekaligus juga menjadi kado perpisahan yang indah bagi pelatih Jakob Kuhn, yang usai Piala Eropa ini meninggalkan jabatannya. Kuhn akan diganti mantan pelatih Bayern Muenchen, Ottmar Hitzfeld.

Seusai pertandingan, pelatih Portugal Luiz Felipe Scolari mengakui, upayanya merotasi pemain telah gagal. "Seharusnya saya merotasi dengan menurunkan 11 pemain seluruhnya muka baru, bukan setengah-setengah," kata Scolari, seraya mengatakan, rotasi yang tanggung membuat tim diperbaiki secara tambal sulam.

Di sela pemain muka baru, saat melawan Swiss dia masih menurunkan Ferreira, Pepe, dan Ricardo, yang pada dua laga sebelumnya selalu menjadi starter. Di tengah pertandingan, Scolari juga menurunkan Joao Moutinho menggantikan Miguel Veloso. (Adi Prinantyo, dari Basel, Swiss)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/17/01580076/swiss.berhasil.menaklukkan.portugal.b

Read More...

Media Portugal Memuji Deco

16 Juni 2008 | Label: , , | 0 komentar |

Lisabon, Kamis - Media massa Portugal memberi pujian setinggi langit terhadap aksi pemain tengah Deco seusai kemenangan Portugal atas Ceko, 3-1, Rabu (11/6). Mereka bahkan menyatakan, UEFA telah salah memilih Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik dalam partai yang menghibur itu.

Harian Diario de Noticias menurunkan berita utama berjudul "Portugal Melangkah ke Perempat Final tapi Kehilangan Scolari". Sebuah pernyataan pujian, tetapi sekaligus ungkapan kesedihan dan kekecewaan atas keputusan pelatih Luiz Felipe Scolari menerima tawaran melatih klub raksasa Inggris, Chelsea, mulai musim 2008-2009. Itu artinya Piala Eropa akan menjadi kesempatan terakhir Scolari bersama tim nasional Portugal.

Di halaman depan, harian Diario de Noticias memasang sebuah foto yang menampilkan aksi Deco dalam format foto berwarna dan dalam ukuran penuh satu halaman. Sementara isinya, selain memuji Deco, harian itu juga menganggap pilihan UEFA tentang pemilihan Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik adalah tepat. Hal yang sama juga dilihat harian 24 Horas.

"Deco jelas sangat vital perannya. Dia bukan saja pencetak gol, tetapi juga arsitek dari dua gol lainnya," tulis 24 Horas.

Sementara itu harian olahraga Portugal, Record, menurunkan judul "Ronaldeco Show" untuk menunjukkan duet menawan Deco dan Ronaldo. Harian itu bahkan sesumbar, dengan sepak bola menyerangnya, Portugal adalah salah satu tim terkuat di Piala Eropa 2008 ini.

Sementara itu di Geneva, Swiss, bek Ricardo Carvalho menyatakan dirinya sudah semakin bisa bekerja sama dengan bek yang bermain di Real Madrid, Pepe. Ia bertekad, bersama Pepe dan pemain lain di Portugal, timnya akan menjadi jawara Piala Eropa 2008.

"Kita bisa saling melengkapi di lapangan dan semakin padu. Pepe sangat kuat dan bagus di duel udara. Kita yakin, jika kondisi ini berlanjut, kita akan sampai partai final," kata Carvalho. (AFP/BEN)
Read More...

Pembuktian Deco untuk Dunia

| Label: , , | 0 komentar |

Geneva, Kompas - Kemenangan 3-1 Portugal atas Repu- blik Ceko di Stade de Geneve, Geneva, Swiss, Rabu (11/6), adalah pembuktian Deco Souza. Gol pertama lahir dari kakinya, sedangkan gol kedua yang dibuat oleh Cristiano Ronaldo merupakan hasil assist Deco yang membuat Ronaldo tak kesulitan melesakkan bola ke gawang Petr Cech.

Dengan aksi memikat pada dua laga perdana Portugal di Piala Eropa 2008, Deco layak merengkuh kembali keberadaannya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Citra itu masih melekat hingga Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu Deco-meski diganjar kartu merah pada perempat final melawan Belanda- punya kontribusi besar dalam membawa Portugal ke semifinal.

"Sinar" Deco meredup setahun terakhir, ketika performanya di Barcelona tak konsisten. Karena itu pula, sejumlah media di Eropa meragukan kapasitasnya untuk mampu menjadi jenderal lini tengah Portugal di Swiss-Austria.

Pada 2 x 45 menit laga melawan Ceko Rabu malam waktu setempat, Deco menjadi motor seluruh serangan Portugal. Posisinya sebagai gelandang serang sentral-dalam formasi 4-2-3-1 ramuan pelatih Luiz Scolari-ditunaikannya dengan mengesankan.

Peran Deco sudah terasa penting saat gol Portugal tercipta pada menit kedelapan. Kerja sama apik Ronaldo dan Nuno Gomes "berakhir" ketika bola berhasil dihalau Petr Cech. Namun, sial bagi Ceko, masih ada Deco yang berposisi menguntungkan. Dengan sontekan kedua Deco, gol pertama Portugal pun tercipta.

Di Ceko ada Sionko
Asa tim Ceko muncul kembali ketika pemain sayap Libor Sionko menyamakan kedudukan, delapan menit kemudian. Menyambut umpan lambung sepak pojok Jaroslav Plasil, Sionko yang membela FC Kobenhavn (Denmark) itu, menanduk bola dengan keras sehingga membuat lini belakang Portugal, termasuk kiper Ricardo, tak berdaya.

Suporter Ceko pun bernyanyi-nyanyi. Beberapa kali mereka meneriakkan "Libor Sionko, Libor Sionko", sebagai apresiasi atas penampilan pemain berusia 31 tahun yang memang impresif itu. Sionko-yang dipasang di sayap kanan-berkali-kali menjadi kreator serangan tim "Kereta Cepat" bersama Plasil yang bersiaga di sayap kiri.

Di tim Ceko ada Sionko, di Portugal ada Deco. Pada menit ke-62, gelandang Barcelona itu membuktikan kembali ketajaman intuisinya. Dalam formasi bertahan Ceko yang utuh dan siaga, dioperlah umpan mendatar ke Ronaldo, yang lalu menceploskan bola ke gawang dengan tendangan kencang. Bola menyusur tanah, gagal diantisipasi Cech.

"Kekalahan" Petr Cech

Gol ini juga ibarat "kekalahan" berikut Petr Cech, setelah sebelumnya kiper Chelsea itu kebobolan lewat gol sundulan kepala Ronaldo pada laga final Liga Champions.

Akan tetapi, bukan berarti Cech tampil buruk. Pada babak pertama, penjaga gawang- yang "setia" mengenakan helm pelindung-itu setidaknya dua kali menggagalkan upaya Ronaldo. Salah satunya, menangkap bola tendangan bebas bintang Portugal tersebut.

Kejayaan Portugal atas Ceko makin kukuh dengan gol ketiga pada injury time. Kali ini, dua pemain pengganti-Hugo Almeida dan Ricardo Quaresma- mengakhiri free kick cepat dengan manis, ketika mayoritas pemain Ceko mematung karena tak mengira tendangan bebas dilepaskan begitu cepat.

Senyum Eusebio
Di tribun kehormatan, senyum mengembang di wajah Eusebio Ferreira, duta sepak bola Portugal yang juga pemain legendaris negeri itu. Kehadiran Eusebio pada Piala Dunia 2006 setidaknya mengantar Portugal ke semifinal. Puluhan ribu pendukung Portugal kini menanti tuah berikutnya atas kehadiran Eusebio di Swiss- Austria.

Kemenangan ini juga bukti keyakinan diri Luiz Scolari, yang akrab disebut "Big Phil". Sebelum laga, Scolari yang sukses membawa Brasil juara dunia menyatakan, "Kami akan terus menjaga performa terbaik ini, dan terus percaya diri, tetapi tidak lantas terlalu percaya diri."

"Big Phil" juga mengungkapkan, jika sebuah tim bermain dinamis dan saling mendukung satu sama lain, namun gagal menang, tidak ada alasan menyalahkan tim itu. Ini pernyataan tersirat Scolari, bahwa ia bangga dengan permainan tim asuhannya. Sebab, selain tampil dinamis, penuh kerja sama dan saling mendukung, Portugal juga menang pada laga perdana melawan Turki. (Adi Prinantyo, dari Geneva, Swiss)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/13/01184317/pembuktian.deco.untuk.dunia
Read More...

Portugal Sudah Separuh Jalan

| Label: , | 0 komentar |

Geneva, Kompas - Portugal telah menyelesaikan separuh perjalanan mereka untuk lolos ke perempat final Piala Eropa 2008 selepas menundukkan Turki, 2-0 (0-0), pada laga Grup A di Stadion Stade de Geneve, Geneva, Swiss, Sabtu (7/6) atau Minggu dini hari WIB. Meski begitu, mereka belum bisa berleha-leha mengingat lawan berikutnya adalah Ceko, yang memukul tuan rumah Swiss, 1-0.

Pelatih Portugal Luiz Felipe Scolari menyebut pasukannya telah menyelesaikan 50 persen modal yang mereka butuhkan untuk lolos dari babak penyisihan grup. "Kami sudah berada di jalur yang tepat," ujar pelatih asal Brasil itu yang tak lupa memuji penampilan anak didiknya saat jumpa pers seusai laga.

"Mereka memeragakan kualitas teknik yang bagus dan penampilan mengesankan. Mereka bermain dinamis dan berambisi menang," kata Scolari. Dua gol kemenangan Portugal disumbangkan bek Pepe pada menit ke-61 dan gelandang pengganti, Raul Meireles, saat injury time. Mei- reles masuk pada menit ke-83, menggantikan Simao Sabrosa.

"Saya sulit mengungkapkan perasaan ini. Tetapi, yang penting, kami bermain seperti tim yang sebenarnya dan tahu bahwa cepat atau lambat kami pasti mencetak gol," tutur Pepe, pemain kelahiran Brasil yang ditetapkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut. Penghargaan itu tidak berlebihan mengingat ia tampil sama cemerlangnya dalam bertahan maupun menyerang.

Tak hanya Scolari dan pasukannya yang puas dengan kemenangan tersebut. Belasan ribu suporter Portugal yang mengisi hampir separuh stadion berkapasitas 30.000 penonton itu ingin menumpahkan kegembiraan malam itu juga. Belum puas dengan pesta singkat di dalam stadion, sebagian suporter Portugal berpawai dengan mobil di jalan-jalan utama Kota Geneva.

Sambil mengeluarkan raungan keras memecah keheningan malam Kota Geneva yang tenang, beberapa mobil suporter Portugal mengitari kota dengan mengibarkan bendera negara mereka. Dalam perjalanan, mereka meneriakkan "Portugal! Portugal! Portugal!"

Portugal konsisten
Turun dengan formasi 4-2-3-1, Portugal konsisten di lini belakang dan barisan gelandang bertahan. Formasi kuartet barisan belakang Jose Bosingwa, Pepe, Ricardo Carvalho, dan Paulo Ferreira hampir tak pernah berubah bentuk. Begitu pula gelandang penyangga, Petit dan Joao Moutinho, yang taat asas pada perannya sebagai filter pertama Portugal dalam meredam serangan balik Turki.

Hanya dua pemain yang dibiarkan berimprovisasi oleh Scolari, yakni playmaker Deco dan Cristiano Ronaldo, meski itu tidak efektif menghasilkan serangan tajam. Deco menjelajah ke sana kemari, sementara Ronaldo cenderung main lebih ke tengah dan meninggalkan pos asalnya di sayap kanan. (Mh Samsul Hadi, dari Geneva, Swiss)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/09/03184414/portugal.sudah.separuh.jalan
Read More...

Portugal Lolos, Swiss Tersingkir

| Label: , , | 0 komentar |

PORTUGAL menjadi tim pertama yang lolos ke putaran kedua. Kepastian itu menyusul kemenangan kedua yang diraih atas Rep. Ceska dengan skor 3-1. Pada laga lain di grup yang sama, Turki memupuskan harapan tuan rumah Swiss untuk melaju ke perempatfinal dengan kemenangan 2-1.

Portugal memimpin klasemen dengan enam poin, dan akan melakoni pertandingan terakhir, Senin (16/6/2008), melawan Swiss. Apa pun hasilnya, Portugal tetap lolos dan Swiss akan tersingkir. Sebaliknya, persaingan ketat akan terjadi antara Republik Ceko dan Turki. Kedua tim memiliki tiga poin dengan selisih gol yang sama, sehingga kemenangan menjadi harga mati dalam pertemuannya, Senin (16/6/2008).

Juara Grup A akan berhadapan dengan runner-up Grup B, sedangkan runner-up Grup A melawan juara Grup B di perempatfinal. Grup B dihuni Jerman, Kroasia, Polandia dan Austria.

Berlaga di Stade de Geneve, Jenewa, Kamis (12/6/2008) Wita, Portugal tampil dominan sejak menit pertama. Saat pertandingan baru berjalan delapan menit, gelandang Deco Souza membuka gol pertama setelah menyelesaikan sebuah kemelut di depan gawang kiper Petr Cech. Ceko keluar menyerang dan pada menit ke-17 sundulan gelandang Libor Sionko setelah menerima tendangan pojok mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.


Memasuki menit ke-63, Deco melakukan penetrasi dari sayap kanan. Setelah mendekati kotak penalti, pemain Barcelona itu melepaskan umpan mendatar kepada Cristiano Ronaldo. Meski dikawal oleh dua bek Ceska, Ronaldo mampu melepaskan tendangan kaki kanan terarah yang sulit dijangkau Cech.

Saat injury time, Ronaldo menjadi aktor utama terciptanya gol ketiga Portugal. Lolos dari perangkap off-side pemain belakang Ceska, Ronaldo kemudian melepaskan umpan matang kepada Ricardo Quaresma untuk mencetak gol penutup kemenangan Portugal. Dengan keunggulan 3-1 atas Ceska itu, maka Selleccao menjadi tim pertama yang melangkah ke delapan besar.

Swiss Tersingkir
Tuan rumah Swiss menelan kekalahan 1-2 dari Turki saat bermain di St. Jakob, Park, Basel. Bermain dalam guyuran hujan deras, tuan rumah membuka gol terlebih dahulu melalui striker veteran Hakan Yakin pada menit ke-32. Memasuki babak kedua, Turki bangkit dan mencetak dua gol balasan melalui Semih Sentruk (56') dan gol kemenangan yang diciptakan Arda Turan pada menit akhir pertandingan.

Pelatih Swis, Koebi Kuhn, tak bisa menggambarkan kepedihannya. "Ini kekecewaan yang sangat-sangat besar. Ini sangat menyakitkan. Seluruh negeri mungkin sama terlukanya dengan seluruh tim. Kami berharap banyak untuk bisa terus maju. Hari ini, ternyata kami tersingkir. Itulah sepakbola. Tapi, eksistensi Swiss saya kira tak akan hancur hanya karena tersingkir lebih awal di Euro 2008," keluh Koebi Kuhn.

Striker Swiss, Eren Derdiyok, menambahkan, Swiss merasakan kepedihan yang amat mendalam. "Seusai pertandingan, ruang ganti kami sangat sunyi. Kami semua sangat kecewa. Tentu, kekalahan ini teramat pahit," ujarnya. (kcm/bbc/eko)

Read More...

Portugal Pimpin Grup A

| Label: , | 0 komentar |

KEMENANGAN 2-0 atas Turki dalam laga di Stade de Geneve, Jenewa, Sabtu malam atau Minggu (8/6/2008) dinihari Wita membuat Portugal untuk sementara memimpin Grup A. Dua gol pasukan Luiz Felipe Scolari diciptakan di babak kedua oleh Pepe dan Raul Meireles.

Turki tidak hanya gagal membalas sejarah buruk selama 53 tahun pertemuan dengan Portugal. Pasukan Fatih Terim ini bahkan tidak berkutik melawan Cristiano Ronaldo dkk yang membombardir pertahanan mereka.

Tapi bukan Cristiano Ronaldo, Deco atau Nuno Gomes yang menjadi bintang Portugal dalam pertandingan ini, melainkan Pepe. Determinasi Pepe di babak pertama luar biasa. Peran sentral yang diemban bek Real Madrid ini membuat barisan depan Turki kebingungan mencari celah guna mencetak gol. Pepe menjaga lini belakang timnya bersama Ricardo Carvalho, Jose Bosingwa dan Paolo Ferreira. Bukan aksi Pepe di lini belakang yang menjadikannya sebagai man of the macth, tapi golnya menit ke-61, membuat namanya meroket.

Pelatih Seleccao, Luiz Felipe Scolari menyebut Cristiano Ronaldo dkk sudah 50 persen lolos ke perempatfinal. Scolari mengaku puas dengan performa anak-anak asuhnya. "Hasil ini tentu saja sangat penting. Meraih kemenangan di permulaan turnamen yang rumit selalu berarti positif," ujarnya dikutip Goal.

Untuk bisa lolos ke perempatfinal sebagai satu dari dua tim terbaik di Grup A,
Ronaldo cs membutuhkan satu kemenangan lagi pada Rabu (11/6/2008), saat meladeni Ceko. "Kami sekarang sudah menyelesaikan 50 persen pekerjaan kami. Semua tahu dalam satu grup yang berisi empat tim, enam angka sudah mencukupi untuk lolos," imbuh pelatih berkebangsaan Brasil tersebut.

Duka Swiss
Nasib sial menimpa tim nasional Swiss. Sudah kalah 0-1 dalam laga perdananya di Piala Eropa 2008 melawan Republik Ceko, Sabtu (7/6/2008) malam atau Minggu (8/6/2008) dinihari Wita, tuan rumah turnamen empat tahunan tersebut --bersama dengan Austria--, juga kehilangan Alexander Frei. Kapten, sekaligus top skor sepanjang masa Swiss tersebut mengalami gangguan pada lututnya karena mendapat tekel dari Zdenek Grygera sehingga harus absen selama enam pekan dari sepakbola.

Setelah melawan Republik Ceko, Swiss bakal menghadapi lawan tangguh lainnya di Grup A, Turki. Jika kalah, maka langkah Swiss dapat dipastikan terhenti sehingga impian untuk menembus babak perempatfinal harus dilupakan.
Penyerang Republik Ceko, Vaclac Sverkos yang mencetak gol pertamanya untuk Swiss di laga internasional menganggap gol itu tidak sempurna. "Itu bukan yang sebenarnya ingin saya lakukan. Saya sebenarnya ingin mengangkat bola lebih tingi," kata Sverkos setelah memastikan kemenangan 1-0 atas tuan rumah Swiss pada pertandingan pertama Grup A.

Akan tetapi pemain berusia 24 tahun yang baru tiga kali membela timnas itu mengatakan mencetak gol 15 menit setelah menggantikan Jan Koller adalah momen terindah dalam kariernya. "Itu bahkan menjadi lebih bagus lagi karena pendukung kami ada di belakang gawang lawan. Itu momen terbaik dalam karier sepakbola saya," ujarnya dengan senyum lebar di wajahnya.

Pelatih Ceko, Karel Bruckner mengaku, keberuntungan menaungi Republik Ceko. Pasalnya, sepanjang pertandingan, Swiss lebih mendominasi pertandingan dan mempunyai lebih banyak peluang gol. "Jika kami telah kehilangan permainan, kami berada dalam situasi berbahaya. Dalam pertandingan ini, kami lebih banyak bertahan. Untuk itu, pada pertandingan selanjutnya, kami akan berusaha untuk tampil lebih ofensif," ungkap Bruckner usai pertandingan.

Pelatih Swiss, Koebi Kuhn, meski kecewa namun optimis akan tetap lolos. "Kami meninggalkan stadion dengan kepala tegak. Kami telah menunjukkan performa yang bagus. Sekarang, kami harus melupakan hasil buruk itu dan memikirkan pertandingan selanjutnya," tegas Kuhn.

Dengan kekalahan tersebut, Swiss saat ini berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup A. Mereka memiliki selisih gol yang lebih bagus dari Turki yang menjadi juru kunci karena kalah 0-2 dari Portugal. (kompas.com/bbc/eko)


Read More...

Emre Ingin Hentikan Ronaldo

| Label: , , | 0 komentar |

LAGA pembuka selalu menyita perhatian. Namun pertandingan antara Portugal melawan Turki di Stade de Jeneva, Jenewa, Swiss, Minggu (8/6/2008) dini hari, pantas disebut sebagai laga yang dinantikan. Hal itu merujuk sosok fenomenal yang dimiliki Portugal, Cristiano Ronaldo.
Pemain sayap Seleccao itu paling ditunggu, tak hanya oleh penonton tapi juga pemain-pemain Turki yang menjadi lawannya di partai pertama Grup A Euro 2008 Austria-Swiss.

Gelandang Turki, Emre Belozoglu sudah mengingatkan rekan-rekannya untuk berhati-hati dengan kelincahan gelandang serang Manchester United itu. Bahkan, ia berharap bisa mematikan pergerakan pemain berjuluk CR7. "Kami harus mengawali laga dengan ujian yang sulit. Tentu bakal sulit bertemu Portugal di laga pertama grup. Pelatih kami juga mengatakan hal itu. Karena itu dalam latihan, kami fokus berusaha mematikan serangan dari sayap yang bakal dimainkan Portugal. Kami berharap bisa menghentikan (Cristiano) Ronaldo. Ia bermain bagus dan sangat sulit untuk dihentikan," kata Emre seperti dikutip Goal.com, Jumat (6/6/2008).



Tugas untuk meredam agresivitas Ronaldo bisa dilimpahkan pula pada Hamit Altintop. Pelatih Fatih Terim dalam latihan terakhir memainkan pemain yang baru fit dan sering beraksi di sayap kanan itu ke posisi bek kanan. Namun Emre menambahkan, timnya tidak hanya terfokus kepada gelandang yang tengah diincar Real Madrid itu. Sebab, kata Emre, bintang Portugal bukan hanya Ronaldo, tapi masih ada Deco, Nuno Gomes, Simao Sabrosa, atau Joao Moutinho.

Emre menyatakan, Turki beruntung memiliki pelatih ahli strategi pada diri Fatih Terim. Bahkan ia mengaku sudah sangat mengenal gaya melatih Fatih Terim sejak usia 16 tahun ketika masih bermain di Galatasaray. Turki akan menjalani pertandingan ini tanpa satu pun pemain yang dibekap cedera. Pertandingan ini memiliki makna lebih bagi Turki. Inilah turnamen resmi pertama mereka sejak menjadi peringkat ketiga pada Piala Dunia 2002.

Kenangan 2000
Rasa optimistis berhembus kencang di kubu Portugal. Ingatan mereka berputar kembali pada Euro 2000 Belgia-Belanda, saat bertemu Turki di babak perempatfinal. Nuno Gomes menjadi aktor utama kemenangan Portugal lewat sumbangan dua golnya.

Optimisme Portugal meninggi karena kini Cristiano Ronaldo sedang dalam kondisi on-fire. Tidak heran jika Portugal berharap mereka dapat mengangkat Piala Eropa pertama. "Seperti kami semua, Ronaldo akan mempertahankan Portugal hingga menit terakhir pertandingan. Ia tahu bahwa dirinya begitu penting bagi tim," tutur bek Portugal, Fernando Meira seperti dilansir yahoosports.

Kiper Ricardo menambahkan, "Kami perlu membuat permulaan yang bagus meskipun saya tidak setuju dengan pendapat yang menyatakan tim mana pun yang memenangkan pertandingan ini otomatis akan melangkah ke perempatfinal."

Gelandang Armando Petit menyebut timnya berada di grup berat di Grup A dan berada dalam situasi krusial saat akan melawan Turki. "Saya pikir pertandingan bakal menjadi tekanan bagi kami hingga istirahat babak pertama. Kami berharap Turki memberikan segalanya karena mereka tim yang bagus. Namun kami telah bersiap untuk meraih kemenangan, karena akan membuat moral kami matang untuk memenangi turnamen," katanya.

Kesiapan Portugal juga didukung kondisi fisik para pemain yang 100 persen fit. Sebelumnya sempat timbul kekhawatiran karena Ronaldo harus membalut engkel kanannya dengan es pada latihan di hari pertama setelah mendarat di Swiss. Deco pun diyakini akan sanggup bermain saat pada pertandingan ini. Hal ini dinyatakan oleh dokter tim, Henrique Jones. "Saya jamin ia akan 100 persen (siap) untuk pertandingan pertama melawan Turki." (Persda Network/rif)

Prakiraan Pemain
PORTUGAL (4-3-3): 1-Ricardo, 4-Bosingwa, 15-Pepe, 16-Carvalho, 2-Ferrerira, 10-Moutinho, 20-Deco, 8-Petit, 11-Simao, 21-Nuno Gomes, 7-Ronaldo. Pelatih: Luiz Felipe Scolari (Brasil)
TURKI (4-2-3-1): 23-Volkan, 22-Altintop, 4-Gokhan, 2-Servet, 20-Sarioglu, 7-M Aurelio, 5-Emre, 14-Arda, 10-Karadeniz, 17-Tuncay, 8-Nihat. Pelatih: Fatih Terim.
Tempat: Stade de Geneve, Jenewa, Swiss
Wasit: Herbert Fandel (Jerman)
Asisten: Carsten Kadach (Jerman), Volker Wezel (Jerman)

Read More...