Tampilkan postingan dengan label Michael Ballack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Michael Ballack. Tampilkan semua postingan

Gol Terindah Selama Euro 2008

30 Juni 2008 | Label: , , | 0 komentar |

PIALA EROPA 2008 menyisakan banyak cerita. Salah satu cerita yang mudah dikenang adalah gol-gol indah selama tiga pekan berlangsungnya turnamen empat tahunan itu. Inilah tiga gol terbaik Piala Eropa versi Kompas.com.

Wesley Sneijder
Gol kedua Belanda ini ke gawang Italia pada pertandingan perdana mereka di Grup C merupakan gol terbaik menurut kami. Gol itu tidak hanya lahir dari proses sepak bola modern, tapi juga tercipta berkat penguasaan teknik tinggi sang pemain. Wajar jika ada yang menyamakannya dengan gol Marco van Basten di final Euro 1988.
Gol itu lahir dari sentuhan satu-dua pemain tim Oranye. Bola dari lapangan tengah dioper menyilang oleh Giovanni Van Bronckhorst kepada Dirk Kuyt di sayap kanan. Kuyt kemudian memberikan bola setinggi pinggang ke arah Sneijder dan pemain Real Madrid itu langsung melayangkan tendangan first time dari sudut sempit. Kiper terbaik asal Italia, Gianluigi Bufon pun gagal menebak posisi bola yang meluncur deras tersebut.

Andrei Arshavin
Arshavin memberi roh bagi permainan Rusia. Setelah absen di dua pertandingan perdana Rusia akibat hukuman kartu merah di babak kualifikasi, pemain Zenit St Petersburg itu tampil mengesankan di partai terakhir fase grup lawan Swedia. Pertandingan itu menjadi penentu siapa yang bakal lolos ke perempat final. Dan, Arshavin menjadi arsitek terciptanya dua gol tim Beruang Merah. Setelah berperan penting dalam terciptanya gol pertama, pemain berusia 27 tahun itu mencipta gol kedua lewat sebuah serangan balik yang cepat di menit ke-50. Serangan tersebut berawal dari pergerakan bek kiri Yuri Zhirkov yang menusuk sisi kanan pertahanan Swedia. Zhirkov kemudian memberikan umpan matang kepada Arshavin yang langsung menendang ke gawang Andres Isaksson. Rusia akhirnya menang dan lolos ke perempat final.

Michael Ballack
Gol tunggal Michael Ballack ke gawang Austria di partai terakhir fase Grup B menjadi satu-satunya gol yang diciptakan lewat tendangan bebas di Euro kali ini. Gol itu pula yang menyelamatkan Jerman sehingga tim Panser lolos ke perempat final sebagai runner-up grup di bawah Kroasia. Setelah bermain buruk di babak pertama, Jerman menuai kesempatan mencetak gol di menit ke-49. Wasit Manuel Mejuto Gonzalez memberikan hadiah tendangan bebas karena bek Jerman, Philip Lahm dijatuhkan dekat kotak penalti tuan rumah. Ballack mengambil tendangan itu. Dengan kaki kanannya, sang kapten melepaskan tendangan keras ke sisi kiri gawang Austria. Kiper Jurgen Macho gagal menjangkaunya. (LHW)



Read More...

Panser Terobos Semifinal

21 Juni 2008 | Label: , , , | 0 komentar |

DER Panser mulai panas. Setelah kurang meyakinkan di babak penyisihan grup, kini Der Panser, Jerman, mulai menunjukkan kelasnya. Secara meyakinkan, Michael Ballack dkk mampu menggilas Portugal 3-2, Jumat (20/6/2008) dinihari Wita, untuk menerobos semifinal.

Tiga gol Jerman masing-masing dicetak Bastian Schweinsteiger menit ke-22, Miroslav Klose menit ke-26, dan Michael Balllack menit ke-61. Dua gol Portugal disumbangkan Nuno Gomes menit ke-40 dan Helder Postiga menit ke-87.

Meski tanpa didampingi pelatih Joachim Loew yang terkena hukuman, Jerman tampil begitu percaya diri. Mereka menunjukkan kelas Jerman seperti saat jaya dan mencoba terus menekan sejak babak awal. Sementara Portugal sering kesulitan membongkar pertahanan lawan, apalagi Cristiano Ronaldo selalu dikawal ketat.

"Kami terus menekan dan tak membiarkan Portugal berkembang. Kami bermain demi pelatih Joachim Loew yang terpaksa duduk di tribun karena terkena hukuman. Kami berhak meraih kemenangan ini. Kami mengubah sistem permainan dan lebih kompak serta tampil fantastis, terutama di babak pertama," ujar kapten Jerman, Michael Ballack.

Asisten pelatih Jerman, Hans Dieter Flick, mengaku tidak melakukan kontak sama sekali dengan Loew sepanjang pertandingan. "Saya tidak melakukan itu, tapi kami sudah merancang segalanya sebelum pertandingan dan itu berjalan sempurna," ujar Flick yang terlihat tegang di bench sepanjang pertandingan.

Gol Ballack Tidak Sah
Mencari kambing hitam, itulah yang dilakukan pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari. Menurut pelatih asal Brasil ini, gol ketiga Jerman yang dicetak Michael Ballack seharusnya tidak disahkan wasit Peter Frojdfelt. Ballack terlebih dahulu mendorong Paulo Ferreira sebelum menyundul bola ke gawang Ricardo.

"Saya tidak mau mengatakan Jerman mendapatkan keuntungan, tapi faktanya tayangan ulang di televisi menunjukkan dengan jelas bahwa Ballack memang mendorong pemain kami, sayangnya wasit tidak melihat," katanya.

Walau menyalahkan wasit, Scolari mengaku bahwa pemainnya melakukan kesalahan fatal dalam mengantisipasi umpan-umpan lambung pemain Jerman. Dua gol Jerman terjadi lewat sundulan kepala yang memanfaatkan umpang lambung dari tendangan bebas.

"Awalnya kami mengira Jerman akan menjadi juara Grup B dan kami sebagai juara Grup A sehingga baru akan menghadapi mereka di semifinal. Yang terjadi adalah Jerman lolos dengan status runner up hingga kami harus berhadapan dengan kesebelasan yang kuat, terutama dalam bola-bola mati," kata Scolari yang akan menangani Chelsea usai Euro 2008 ini.

Lain halnya dengan striker sekaligus kapten Portugal, Nuno Gomes. Menurut pemain depan Benfica yang tercatat sebagai pemain ketiga yang mencetak gol di tiga Piala Eropa itu, Portugal kalah karena tampil buruk dan sebaliknya Jerman menunjukkan permainan yang menawan. Der Panzer mampu memaksimalkan semua potensi yang ada pada timnya.
"Ini bukan hari kami dan kami bermain buruk. Selain itu, Jerman memanfaatkan kelebihannya dalam memaksimalkan bola-bola mati serta memainkan bola-bola panjang," ungkap Gomes kepada Abola.pt. (kcm/bbc/ap)
Read More...

Michael Ballack Menyesal

16 Juni 2008 | Label: , , | 0 komentar |

KLAGENFURT, PK -- Kapten Jerman, Michael Ballack, mengakui kekalahan dari Kroasia amat menyesakkannya. Menurut Ballack, Jerman menjadi korban dari kepercayaan diri yang terlalu besar.

Jerman tak hanya menjadi favorit menjadi juara Grup B, melainkan juga favorit juara Euro 2008. Apalagi mereka tampil amat mengesankan di laga pertama ketika mengalahkan Polandia, 2-0, Senin (9/6/2008). Sebaliknya, Kroasia datang sebagai kuda hitam. Meskipun demikian, Kroasia justru gagal membuktikan predikat itu setelah bersusah payah mengalahkan Austria, 1-0 di pertandingan perdana.

Tetapi saat lawan Jerman, Jumat (12/6/2008) dinihari Wita, Kroasia justru tampil menawan. Tim besutan Slaven Bilic itu mendominasi pertandingan dan menaklukkan Der Panzer dengan skor 2-1. Ini menjadi bukti bahwa Kroasia memang patut diperhitungkan.

"Mungkin kami berpikir telah meraih kesuksesan. Tapi kami bermain buruk di semua lini. Kami tahu kalau kami berhadapan dengan lawan yang tangguh, sehingga penampilan ini amat mengejutkan kami. Tapi kekalahan ini amat menyesakkan," papar gelandang Chelsea ini.

Kroasia Juara?
Slaven Bilic mengatakan, timnya telah menunjukkan kualitas yang baik. Artinya, Kroasia bisa bersaing dengan siapa saja. "Melihat cara para pemain kami bermain, saya kira kami bisa terus melaju di Euro 2008 ini. Kroasia juara? Kenapa tidak!" jawab
Slaven Bilic ketika ditanya para wartawan.

"Kami telah menunjukkan permainan yang fenomenal. Kami mampu menunjukkan kekuatan kami untuk mengalahkan Jerman yang begitu perkasa," jelas Bilic yang begitu pertandingan selesai langsung berguling ke lapangan, sebelum menyalami para pemainnya.

Kendati harus menelan kekalahan dari Kroasia, kans Jerman melaju ke babak selanjutnya masih terbuka. Jerman wajib mendulang tiga poin saat bertemu tuan rumah Austria, Selasa (17/6/2008) jika ingin mendampingi Kroasia ke perempatfinal.
Di Grup B, peluang tiga tim untuk mendapat satu tiket tersisa--mendampingi Kroasia--ke perempatfinal masih sama-sama terbuka. Hal terjadi karena Austria dan Polandia berbagi satu poin dalam pertarungan lainnya.

Karena itu, pertandingan terakhir nanti akan menentukan nasib mereka. Namun kans terbesar ada pada Jerman karena mereka hanya perlu minimal hasil imbang melawan Austria. (kompas.com/eko)

Read More...

Jerman Tampil Mengecewakan

15 Juni 2008 | Label: , , , | 0 komentar |

Tumbangnya Jerman dari Kroasia, 1-2 (0-1)- pada lanjutan laga Grup B Piala Eropa 2008 di Stadion Woerthersee, Klagenfurt, Austria, Kamis (12/6) atau Jumat dini hari WIB-memunculkan tanda tanya besar. Pelatih Jerman Joachim Loew juga mengaku kecewa, tetapi ia sadar bahwa timnya gagal memainkan bola-bola akurat dan cepat.

Gelandang Kroasia Darijo Srna dan striker Ivica Olic menjadi petaka bagi tim "Panser", julukan timnas Jerman, melalui gol kedua pemain itu berturut-turut menit ke-24 dan 62. Kroasia lolos ke perempat final menyusul Portugal setelah dua tim Grup B lainnya, Austria dan Polandia, bermain imbang, 1-1, di Vienna, Austria.

Jerman, tim favorit juara, hanya bisa mempertipis kekalahan itu lewat gol Lukas Podolski pada menit ke-79. Dengan kekalahan itu, laju pasukan Pelatih Joachim Loew ke perempat final sementara tertahan. Mereka baru bisa memastikan lolos atau tidak pada laga terakhir melawan tuan rumah Austria di Vienna, Senin mendatang.

"Ini kekalahan yang sangat mengecewakan. Kami pantas kalah. Sebagai tim, kami gagal memainkan bola-bola akurat dan cepat," ujar Loew dalam jumpa pers. "Kami gagal bermain dengan kombinasi taktik. Kroasia mempunyai dua bek sayap hebat. Kami pantas kalah dan kami terima itu."

Austria dan Polandia

Pada partai mendatang, Michael Ballack dan kawan-kawan harus bersaing dengan Austria maupun Polandia. Jerman memang memiliki poin tiga, lebih tinggi dari dua pesaingnya yang sementara ini masing-masing cuma meraup satu poin.

Namun, jika gagal mengalahkan Austria pada laga berikutnya, Jerman terancam kandas di penyisihan. Itu bisa terjadi jika Polandia menaklukkan Kroasia dengan selisih tiga gol atau lebih. Jerman tidak lolos dari penyisihan pada dua Piala Eropa terakhir, yaitu 2000 dan 2004.

Tampil dengan formasi yang sama dengan saat memukul Polandia, 2-0, Jerman tak berdaya menghadapi permainan terpadu tim Kroasia. Semua lini lumpuh tanpa koordinasi. Pada babak pertama, mereka mendapatkan peluang lewat Podolski, sundulan Mario Gomez, dan Christoph Metzelder, tetapi semuanya melenceng. "Sangat sulit bagi saya menjawab mengapa pemain Jerman bisa tampil seperti itu," kata Loew.

Kapten Michael Ballack gagal menunjukkan kepemimpinannya pada saat timnya bermain tanpa arah. Pada babak kedua, Jerman sempat menggeliat ketika tampil dengan formasi lama di Piala Dunia 2006: Philipp Lahm dan Bastian Schweinsteiger di kiri, Podolski naik ke depan.

Gol balasan Podolski pada menit ke-79 tercipta dari aliran bola Lahm-Schweinsteiger-Lahm-Ballack-Klose, yang menghadirkan umpan matang bagi Podolski. Namun, terlalu sempit bagi Jerman mengejar ketertinggalan. Schweinsteiger bahkan diusir wasit menjelang injury time karena memukul bek kiri Kroasia, Ivan Rakitic.

Bola Kroasia lancar

Seperti halnya juga Jerman yang menerapkan 4-4-2, Kroasia tampil dengan aliran bola antarlini yang lancar. Mereka menyerang dari berbagai penjuru: tengah lewat duet playmaker Niko Kovac-Luka Modric, kiri melalui Ivan Rakitic atau Danijel Pranjic, dan kanan lewat Darijo Srna atau Vedran Corluka.

Dalam menyerang, bek Danijel Pranjic (kiri) dan Vedran Corluka (kanan) tak pernah absen naik. Gol Srna pada menit ke-24 juga berawal dari umpan silang Pranjic. Pertahanan Kroasia juga sama baiknya dengan saat mereka menyerang. Ketika tertekan, di sisi kiri Pranjic merapat ke tengah, Rakitic turun ke bawah.

Hal sama juga di sisi kanan: Corluka merapat ke tengah, sementara Srna mengisi posisi Corluka. Dengan formasi seperti itu, duet bek tengah Josip Simunic-Robert Kovac tinggal menghalau bola yang mengancam gawang. Kiper Stipe Pletikosa juga tampil cemerlang, termasuk saat menepis bola tendangan bebas Ballack, sontekan kaki Klose, dan umpan silang Lahm.
(Mh Samsul Hadi dari Klagenfurt, Austria)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/14/01071966/jerman.tampil.mengecewakan
Read More...